Suka Sedekahi Janda, Mbah Fatoni Kini Ajak Istri Naik Haji

Reporter : Eko Huda S
23 Juli 2018 17:54
Dia tak pernah menghitung uang yang disedekahkan. "Kalau ngitung lansung, ya jantungen saya, pusing," tutur Fatoni.

Dream - Pasangan uzur berikut ini sungguh inspiratif. Mbah Ahmad Fatoni Syafii (76) dan Nasifah Sholihah (66). Abdi dalem Pondok Pesantren As Shiddiqiyah Jember itu tahun ini naik haji. Mereka tergabung dalam kelompok terbang Embarkasi Surabaya.

Sebagai abdi, mereka tinggal di rumah mungil yang disediakan pesantren. Saat muda, Fatoni mengajar ngaji dari rumah ke rumah. Siapa saja yang butuh guru, dia datang. Sementara sang istrimenjadi guru taman kanak-kanak alais TK milik yayasan pondok pesantren.

Penghasilan keluarga ini tak menentu. Tapi keluarga dengan enam anak ini tak pernah surut untuk beramal. Fatoni sangat rajin bersedekah kepada janda dan anak-anak yatim. Dia tak hafal berada duit dalam sekali sedekah. Yang jelas, sekali beramal 80 amplop dia keluarkan.

" Ya enggak saya hitung, jadi setiap punya uang saya masukkan amplop ngumpul sampai 80 amplop. Kalau ngitung lansung, ya jantungen saya, pusing," tutur Fatoni.

Fatoni juga kerap membantu anak-anak yang hampir putus sekolah karena tidak mempunyai biaya. Kadang menebus ijazah, membelikan seragam sekolah, membayar biaya pendaftaran, serta melengkapi kekurangan biaya sekolah.

Dan, tak jarang pula Fatoni meminjamkan uang pada orang yang membutuhkan tanpa mengharap dikembalikan. Dia pernah menghitung jumlah uang yang ia pinjamkan pada temannya. Setelah ia hitung, ternyata sejumlah Rp35 juta.

Niatnya berhaji muncul saat ditanya oleh putra kiai, sang pengasuh pondok tempatnya mengabdi. Tepatnya delapan tahun silam.

" Gus, saya ingin haji. Tapi kalau kagiatan saya bisa menjadi putus karena untuk biaya haji, maka lebih baik saya tidak jadi berhaji," kata Fatoni, mengenang percakapan dengan putra sang kiai.

Putra kyai itupun menyarankan agar Fatoni mendaftar haji dulu lantas menunggu jawaban Alloh. " Alloh pasti akan memberian jawaban, baik atau buruk," kata Fatoni menirukan jawaban putra kiai itu.

Ia pun lantas pulang ke rumah dan mengajak istrinya masuk kamar. Fatoni menyodorkan dua buku tebal dan meminta istrinya menghitung uang yang ia selipkan pada buku tersebut.

Nasifah menghitung uang itu bersama sang anak. Ternyata terkumpul sejumlah lima puluh juta rupiah. " Uangnya sudah banyak yang jamuran Mbak," ujar Nasifah.

Uang itulah yang dipakai mendaftar haji. Bagi Fatoni, rezeki itu datang dari Alloh dan tidak terduga. Karenanya, lelaki yang hampir buta ini berprinsip untuk selalu bersedekah. Sedekah, bagi dia, bagai memancing dengan kail.

" Dengan sedekah, rezeki datang tak terduga, berlipat-lipat, kadang datangnya bersalipan," tutur Fatoni.

Untuk meneggenapi ongkos naik haji pun, Fatoni mengaku mendapat rezeki yang tidak terduga. " Waktu itu saya ngasih uang lima puluh ribu pada anak yatim. "

" Tidak lama setelah itu, ada orang yang minta saya datang ke rumahnya, saya dikasih amplop berisi lima belas juta rupiah. Alhamdulillah bisa buat menutup biaya haji," kata Fatoni.

Sumber: jatim.kemenag.go.id

Beri Komentar