Suka Duka Sopir Bus Sholawat di Tanah Suci

Reporter : Maulana Kautsar
2 Agustus 2018 08:20
Ahmad Dawan. Lelaki asal Tulungagung, Jawa Timur, itu telah mengabdikan diri sebagai sopir bus sholawat selama delapan tahun.

Dream - Bus sholat lima waktu (sholawat) telah bertahun-tahun menopang kebutuhan jemaah haji untuk beribadah di Mekah. Bus itu menyokong perjalanan pergi-pulang jemaah dari halte terdekat hotel ke Masjidil Haram selama 24 jam.

Salah satu sopir bus sholawat itu bernama Ahmad Dawan. Lelaki asal Tulungagung, Jawa Timur, itu telah mengabdikan diri sebagai sopir bus sholawat selama delapan tahun.

Selama masa tugasnya, Ahmad punya pengalaman dan pandangan terhadap perilaku jemaah haji. Jemaah haji Indonesia, kata dia, lebih sopan ketimbang jemaah haji dari negara lain.

" Jemaah Indonesia nurut dan tidak banyak permintaan," ucap Ahmad Ahmad di Mekah, Senin 30 Juli 2018.

Selain mampu mengamati perilaku jemaah, Ahmad bangga dapat menjadi bagian pelayanan terhadap jemaah haji.

" Suka duka pasti ada, sukanya adalah bisa mengantarkan jemaah haji Indonesia ke Masjidil Haram," kata dia.

Meski demikian, Ahmad Dawam juga merasakan pengalaman pahit saat mendapati jemaah haji bukan dari Indonesia. Jemaah dari negara lain selalu minta bus buru-buru berangkat.

" Padahal rekannya masih di jalan, akan masuk ke bus. Saya harus sabar," kata dia.

Selama musim haji ini, Ahmad tak akan kerja sendiri. Selain sopir rekrutan dari WNI, beberapa imigran dari Pakistan, India, dan Sudan, turut serta.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar