Suapan Terakhir Slamet untuk Sang Istri di Tanah Suci

Reporter : Maulana Kautsar
29 Juli 2018 15:58
Ia terus mendampingi sang istri hingga saat-saat terakhirnya.

Dream - Tangan Slamet (58) cekatan menyuapi Supriyatin Teguh Adam, sang istri (51). Perempuan itu baru saja tiba dari Madinah ke Mekah.

" Baru kemarin kami sampai di Makkah setelah delapan hari di Madinah," kata Slamet di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Sabtu, 28 Juli 2018 waktu setempat.

Pasangan suami istri asal Batang, Jawa Tengah itu tergabung di kloter SOC-05. Slamet mengenang, Jumat, 27 Juli 2018, waktu Ashar, dia dan sejumlah jemaah lainnya mulai melaksanakan umroh wajib di Masjidil Haram.

Istrinya Supriyatin dalam kondisi lemas. Slamet pun mengajaknya

" Saya dorong memakai kursi roda," ungkapnya.

Slamet bercerita, semalaman istrinya tidak bisa memejamkan mata. Dia terus bolak-bolik mengunjungi Supriyatin di kamarnya. Slamet tak ingin istrinya merepotkan teman-teman sekamar.

" Makanya saya langsung setuju saat dokter kloter membawa ke sini (KKHI) untuk diobati lebih lanjut,” sambungnya.

Ia menduga, kondisi sang istri menurun karena kelelahan dan tidak mau makan. Dokter yang memeriksa Supriyatin, Meity Ardiana, kondisi Supriyatin didiagnosis mengalami mitral stenosis insufisiensi.

“ Katup jantung tidak dapat membuka secara normal. Kami melakukan cek laboratorium, memberi obat-obatan yang tepat, memastikan pasien dapat istirahat cukup dan makan teratur,” ujar Meity yang merupakan dokter spesialis jantung.

Slamet pun terus berada di sisi istrinya. Harapannya, Supriyatin sehat seperti sedia kala. Tapi apa daya, Allah SWT berkehendak berbeda. Sabtu malam, pukul 23.30 waktu setempat Supriyatin dikabarkan meninggal dunia.

Beri Komentar