Rela Makan Nasi Sisa, Mak Sariati Akhirnya Berangkat Haji

Reporter : Eko Huda S
1 Agustus 2018 11:50
Hasil penjualan sayur dia kumpulkan. Sedikit demi sedikit. Uang-uang itu dia simpan di bawah tikar pandan.

Dream - Inilah perjuangan Sariati. Demi bisa menabung untuk ongkos pergi haji, perempuan 57 tahun ini rela berhemat. Dia bahkan rela makan nasi aking saban hari. Nasi sisa pemberian para tetangga itu dia keringkan dan dimasak ulang untuk menu sehari-hari.

“ Iya, agar bisa nabung saya hemat. Ada ibu-ibu ngasih nasi sisa untuk dijemur jadi karak, saya masak, jadi bisa dimakan,” tutur Sariati, dikutip dari laman jatim.kemenag.go.id, Raabu 1 Agustus 2018.

Kehidupan Sariati memanglah sederhana. Saban hari, janda satu anak ini berjualan sayur keliling. Sepeda kayuh menjadi teman berkeliling menjajakan dagangan. Sejak tahun 1990an, ia biasa berjualan dari kantor ke kantor yang ada di kota Tuban.

Hasil berdagang itulah yang dia kumpulkan. Sedikit demi sedikit. Uang-uang itu dia simpan di bawah tikar pandan. Tahun 1995, salah satu pelanggannya menyarankan Sariati untuk menabung uangnya untuk berangkat ke Tanah Suci. Saran itu dituruti. Sariati menabung Rp2.500 ke salah satu bank di Tuban.

Sebagai pedagang sayur, penghasilan Sariati memang tidak besar. Dengan modal Rp500 ribu, keuntungan yang dia bawa pulang antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribu perhari. “ Itupun dagangan tidak selalu habis, masih ada sisa,” tutur dia.

Penghasilan Sariati sempat meningkat pada tahun 2000an karena punya langganan katering. Sehari mampu mendapat untung Rp50 ribu. “ Tapi tiga tahun ini ibunya sudah pensiun tidak buat katering lagi, jadi tidak langganan dagangan saya,” ujar Sariati.

Meski penghasilan berkurang, Sariati tidak galau. Dia cukup-cukupkan rezeki itu untuk makan dan biaya sekolah anaknya. Saban hari dia telaten menyimpan tiga ribu hingga sepuluh ribu rupiah. Benarlah kata pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Uang simpanan Sariati makin lama menjadi bertambah banyak.

Pada 2010, uangnya terkumpul Rp26 juta. Uang itulah yang dipakai mendaftar haji. Untuk melunasi seluruh ongkos berhaji, dia juga mengumpulkan dari hasil dagang sayuran itu.

Melalui haji ini, Sariati ingin bertemu dengan rumah Allah dan menjadi haji yang mabrur. Selepas pulang haji nanti, Sariati akan tetap berjualan sayur keliling sebagai mata pencaharian utamanya. 

Beri Komentar