Puluhan Tahun Mengabdi untuk Agama, Gemetar Saat Dipanggil Berhaji

Reporter : Eko Huda S
7 Agustus 2018 08:20
Ini kisah dua orang yang mengabdikan diri pada Allah. Bertahun-tahun mereka mengamalkan waktu untuk syiar agama Allah, tahun ini mereka dapat panggilan ke Baitullah.

Dream - Ini kisah dua orang yang mengabdikan diri pada Allah. Bertahun-tahun mereka mengamalkan waktu untuk syiar agama Allah, tahun ini mereka dapat panggilan ke Baitullah. Berhaji ke Tanah Suci.

Miftahul Munir Marji. Tiga dasawarsa mengabdikan diri sebagai guru madrasah diniyah di kampungnya. Dia mengaku bisa berangkat haji karena dibiayai oleh temannya, sebut saja Pak Rusmin, yang kerja sebagai nelayan di Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan, Rembang.

“ Waktu itu tahun 2011. Pak Rusmi memberikan uang saya Rp25 juta untuk mendaftar haji menemani dia yang akan mendaftar juga. Saya terima dengan tangan gemetar. Saya tidak mau, tapi saya dirayu-rayu,” kenang Mbah Munir, dikutip dari laman jateng.kemenag.go.id, Selasa 7 Agustus 2018.

Syukur tak terhingga dipanjatkan Munir. Setelah memberi bantuan itu, Pak Rusmi mendapat rezeki yang berlimpah ruah. “ Demikianlah Kuasa Allah membalas hamba-Nya yang bersedekah di jalan Allah,” tambah terharu.

 Munir

Kisah mengharukan juga datang dari Bisri Sarpani Radi. Lelaki Desa Lodan, Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah, ini sudah dua dasawarsa menjadi marbot. Saban hari, waktunya dipakai mengabdi di Masjid Jami’ Lodan Wetan.

Pria 55 tahun ini punya keinginan kuat untuk berhaji. Dia menyisihkan penghasilan sebagai marbot sedikit demi sedikit. Uang dia dia tambahi dari hasil bertani. Tak banyak. Modal cekak itu dia barengi dengan niatan kuat.

“ Bertahun-tahun saya nabung sedikit demi sedikit. Kalau pas ada rezeki banyak ya saya tabung lagi. Alhamdulillah tahun 2011 saya bisa daftar haji,” kata kakek dua cucu ini.

Bisri mengaku tak ada keinginan macam-macam selain bisa mengunjungi Baitullah. Bersama jemaah satu regu dan satu rombongan, dia berharap selalu diberikan kesehatan sehingga bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar.

Munir dan Bisri sangat bahagia bisa ke Tanah Suci. Mereka tergabung dengan kloter 63 Embarkasi Solo.

Beri Komentar