Perjuangan Mengharukan Mbok Paijah, Dukun Bayi Pergi Berhaji

Reporter : Eko Huda S
31 Juli 2018 14:18
Saban ada warga yang membutuhkan jasa mengurus bayi yang baru lahir, dia harus berjalan ratusan meter.

Dream - Penghasilan Paijah sebagai dukun bayi memang tidaklah besar. Meski demikian, perempuan 60 tahun itu bisa menyisihkan sebagian uangnya sehingga cukup untuk ongkos naik haji.

“ Dalam waktu 15 hari mengurus bayi, alhamdulillah bisa mendapatkan uang Rp 500 ribu. Uang itu sebagian saya tabung untuk mendaftar haji, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari,” terang Paijah, dikutip dari laman jateng.kemenag.go.id, Selasa 31 Juli 2018.

Perjuangan Warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ini memang tidak mudah. Saban ada warga yang membutuhkan jasa mengurus bayi yang baru lahir, dia harus berjalan ratusan meter.

Maklum, Paijah tidak bisa mengendarai motor ataupun sepeda ontel. Dia bahkan terkadang meminta tolong seseorang untuk mengantarnya apabila jarak yang ditempuh cukup jauh.

Niat Paijah untuk berhaji mulai muncul tahun 2004. Saat itu belum punya cukup uang untuk mendaftar haji. Dia mengaku sempat bingung, tetapi tetap berusaha keras mengumpulkan duit agar bisa daftar haji.

“ Mulai tahun 2004 itu, uang yang saya kumpulkan. Baru pada tahun 2011, uangnya sudah terkumpul dan cukup untuk daftar haji,” ungkap dia, sennang.

Kini, mimpi itu sudah terwujud. Paijah akan berangkat dari Pendopo Kabupaten Pati pada 2 Agustus mendatang. Dengan rasa haru, dia meminta doa kepada segenap sanak saudara yang sudah lama mempercayainya untuk memijat maupun merawat bayi.

Paijah telah melakukan berbagai persiapan. Termasuk mengantisipasi cuaca panas di Tanah Suci. Sesuai jadwal, Paijah akan berangkat berhaji bersama ratusan calon haji yang lain dari kloter 59 asal Pati.

Alhamdulillah, semoga saat pemberangkatan sampai ke Tanah Suci dan kembali lagi ke rumah, semuanya dalam keadaan selamat,” tutur dia. 

Beri Komentar