Pengalaman Spiritual Tunanetra Saat Haji, Bisa Peluk Kabah

Reporter : Ahmad Baiquni
29 Juli 2019 12:51
Subro merasa ada yang menariknya hingga bisa menyentuh Kabah.

Dream - Subro, tunanetra asal Serang, Banten, mendapat pengalaman spiritual. Dia sangat bersyukur bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Subro tergabung dalam embarkasi JKG-25. Saat ini dia sudah berada di Mekah dan tengah melaksanakan rangkaian ibadah.

Beberapa saat setelah tiba di Mekah, Subro bersama rombongan melaksanakan ibadah umroh wajib di pagi hari. Dia mengaku bisa merasakan betapa padatnya Masjidil Haram.

Dikutip dari Liputan6.com, Subro dibimbing rekannya masuk ke Masjidil Haram. Dia mencium aroma wangi yang sangat asing, lalu merasakan betapa ringan tubuhnya.

Subro pun melaksanakan tawaf keliling Kabah sebanyak tujuh putaran di tengah lautan manusia. Ada hal yang membuatnya takjub, yaitu ketika tubuhnya seperti ditarik perlahan mendekat ke pusat pusaran.

Makin lama, Subro semakin dekat dengan Kabah. Sampai akhirnya tubuhnya bisa menempel ke dinding situs suci itu.

Padahal, saat itu banyak sekali orang yang sedang bertawaf bahkan sampai berdesak-desakan. Nyatanya, Subro tetap bisa memeluk Kabah.

Subro mengaku seperti ada yang memberikan jalan kepadanya. Dia juga merasa ada yang menarik tangannya hingga bisa menyentuh Kabah.

" Ini Kabah cepat pegang. Saya pegang, saya peluk Kabah. Jadi, Alhamdulillah saya dipermudah untuk ibadah apalagi untuk menyentuh Kabah," ujar Subro.

Subro sangat bersyukur. Kebesaran Allah hadir dan begitu dekat padanya meski tak bisa dilihatnya dengan mata.

" Jika dulu Kabah, katanya, dilihat orang-orang di gambar sajadah, sekarang bisa dirasakan keagungannya. Itu yang buat saya bangga," kata dia.

Meski memiliki keterbatasan, Subro mengaku selama ini dia tidak merasa terhalangi untuk melaksanakan ibadah. Termasuk juga untuk melaksanakan ibadah haji.

Dia pun semakin yakin dan berpasrah diri kepada Allah agar jalannya melaksanakan haji dimudahkan. Termasuk melaksanakan semua rukun haji.

" Saya tetap yakin walaupun Engkau berikan saya keterbatasan, tapi kalau menurut saya, sama dengan yang lain, sama dengan orang lain. Insya Allah, saya tidak merasa khawatir. Bahkan sangat yakin, Insya Allah, Allah mempermudah memperlancar ibadah kita nanti," kata dia.

Musim haji 1440 H atau 2019 M merupakan kali kedua bagi Subro mendapatkan kesempatan berkunjung ke Tanah Suci. Sebelumnya, dia bersama istri melaksanakan umroh pada 2016.

Ketika melaksanakan Umroh, Subro hanya berdoa agar diizinkan kembali ke Tanah Suci. Dia ingin menunaikan ibadah haji, menggenapkan rukun Islamnya.

" Jujur tahun 2012 saat mendaftar itu saya lupa, apakah sudah daftar apa belum. Karena mungkin banyak aktivitas. Paling saya doanya, berikan izin, ya, Allah saya kembali lagi ke Tanah Suci. Pas pulang ke Indonesia setelah umrah lalu mendadak dapat surat, bahwa saya berangkat 2019," ucap dia.

Subro merasakan betul bedanya melaksanakan haji dengan umroh. Tidak hanya soal waktu, haji sangat menuntut kesabaran.

Di setiap doa yang dia panjatkan di Tanah Suci, Subro selalu meminta agar keluarganya juga mendapat kesempatan melaksanakan haji. Dia pun selalu rindu untuk kembali ke Tanah Suci.

" Saya ingin sekali kembali ke sini lagi, haji kedua kali, haji ketika kali, terutama panjang umur. Hanya itu saja," kata dia.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar