Pengalaman Menag Jadi Petugas Haji: Saya Belajar Sabar

Reporter : Eko Huda S
3 Juli 2018 17:20
Lukman berpesan petugas haji harus bisa mengolah 'rasa'.

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, ternyata punya pengalaman sebagai petugas haji. Kala itu, dia masih cukup muda.

" Saat pertama kali menjadi petugas haji, usia saya 28 tahun," ujar Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 3 Juli 2018.

Lukman mengatakan, saat itu berangkat sebagai petugas haji dari unsur ormas Islam. Dia mengaku banyak mendapatkan pelajaran selama menjadi petugas haji, salah satunya cara bisa bersabar menghadapi segala situasi.

" Melayani itu harus dengan emosi, dengan rasa. Ini soal rasa, tidak cukup dengan logika," kata Lukman.

Bagi Lukman, bukan perkara mudah menjadi petugas haji di usia yang sangat muda. Andai saja dia tidak melibatkan 'rasa', pekerjaan terasa berat.

" Dengan rasa, kita kemudian sadar kita hadir di sana sebagai apa. Maka, menurut saya, modal utama petugas adalah kesabaran," kata dia.

Tak hanya soal sabar, banyak pelajaran lain yang juga didapat Lukman sewaktu menjadi petugas haji. Dia bisa mengenal perilaku orang yang berbeda-beda.

" Kita banyak belajar perilaku orang. Belajar bagaimana ibadah yang merupakan bentuk komunikasi kita dengan Tuhan kita," tutur Lukman.

Bahkan Lukman pernah mengalami kejadian yang menguji emosi. Seperti diperlakukan laiknya pesuruh.

" Ada yang misalnya tiba-tiba panggil, 'Eh Mas, itu koper saya tolong diangkat ke sana. Kan saya sudah bayar', dan sebagainya," ucap dia.

Lebih lanjut, Lukman mengingatkan para petugah haji harus sebisa mungkin mengolah rasa.

" Kalau hanya berpikir dengan logika, maka tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban kita dengan hasil yang baik," pesan Lukman.

Beri Komentar