Meski Tubuh Ringkih, Mbah Lamin Tetap Semangat Sholat di Masjid Nabawi

Reporter : Maulana Kautsar
4 Agustus 2018 07:20
Mbah Lamin mengaku sangat senang bisa sholat di Masjid Nabawi. Dia tak pernah melewatkan sholat di masjid tempat Nabi dimakamkan ini.

Dream – Matahari masih di atas ubun-ubun. Mbah Lamin baru keluar dari Masjid Nabawi. Muncul dari pintu dua satu. Sejenak termangu. Duduk di ujung tangga.

Siang itu suhu Madinah cukup panas. Mencapai 40 derajat Celcius. Cukup membuat kepala keliyengan. Tapi lelaki renta yang terlihat ringkih itu masih kuat menahan panas.

Tak lama, seorang lelaki menghampiri. Dialah Supeno. Teman kakek 78 tahun itu. Dia mengulurkan sandal yang baru saja dirogoh dari tas oranye kepada Mbah Lamin.

“ Jalannya masih lancar, ingatannya kuat,” kata Supeno, meyakinkan kepada kami tentang kesehatan Mbah Lamin.

Lelaki berbaju koko putih itu lantas mengenakan sandal. Benarlah ucapan Supeno. Mbah Lamin dengan cekatan melangkah di atas keramik Masjid Nabawi yang terpanggang matahari. Gerbang dua satu itupun dia lintasi dengan cepat.

Mbah Lamin mengaku sangat senang bisa sholat di Masjid Nabawi. Dia tak pernah melewatkan sholat di masjid tempat Nabi dimakamkan ini. “ Alhamdulillah, dapat rutin," kata Lamin.

Lelaki yang seluruh rambutnya telah memutih itu merupakan pensiunan buruh pabrik gula Pagotan, Madiun, Jawa Timur. Dia mendaftar haji sejak 2010. “ Begitu mendapat uang saya daftar haji,” ucap dia.

Kini, harapannya dapat beribadah dengan rutin. Sebab, dalam tiga hari belakangan tubuh rentanya dilanda sakit. “ Sing penting sehat. Kemarin habis periksa dokter. Dokternya dari Ponorogo,” ujar dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar