Masjid Ini Jadi Saksi Rasulullah Pindah Kiblat Sholat

Reporter : Maulana Kautsar
12 September 2018 11:58
Ketika itu, Nabi Muhammad sedang sholat menghadap Baitul Maqdis di Yerusalem. Tetapi, Allah menurunkan wahyu yang menjawab doanya selama ini.

Dream – Masjid Qiblatain. Inilah masjid yang menjadi saksi perpindahan kiblat sholat umat Islam.

Tempat ibadah yang terletak di Al Qiblatain, Madinah, ini dulunya bernama Masjid Bani Salamah. Pada Rajab tahun ke dua Hijriyah, Nabi Muhammad pernah mendapat wahyu untuk memindahkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.

Ketika itu, Nabi Muhammad sedang sholat menghadap Baitul Maqdis di Yerusalem. Tetapi, Allah menurunkan wahyu yang menjawab doanya selama ini. Wahyu yang terekam dalam surat Al Baqarah ayat 144 itu memerintahkan Nabi Muhammad berpaling ke Masjidil Haram, Mekah.

Ketika riwayat itu turun, Rasulullah sedang melaksanakan dua rakaat sholat. Mengenai sholat yang dikerjakan Rasulullah, ada dua versi penyebutan. Satu versi menyebut Rasulullah sedang menjalankan sholat Zuhur. Versi lain menyebut sholat Ashar.

Setelah perintah itu turun, Rasulullah mengubah posisi kiblatnya dengan memutar 180 derajat ke arah kiblat baru. Para jemaah segera mengikuti perpindahan arah kiblat itu.

 masjid qiblatain

Catatan perubahan kiblat sholat itu dapat pula dibaca pada Hadits Riwayat Ahmad nomor 13523. " Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Anas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Shalat menghadap Baitul Maqdis, lalu turunlah ayat: " Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram" maka ada seorang laki-laki dari Bani Salamah yang lewat ketika mereka (para sahabat Radliyallahu'anhum) sedang rukuk Shalat Subuh rekaat ke dua, lalu ia menyeru: ketahuilah kiblat telah diubah, ketahuilah kiblat telah diubah ke Kabah!. (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; maka mereka bergeser dalam posisi sholat ke arah kiblat."

Jejak penanda kiblat lama itu masih terekam di Masjid Qiblatain. Salah seorang penjaga masjid, Mohammed Ismail, menunjukkan, penanda arah kiblat lama itu terletak di bagian atas pintu masuk yang sejajar dengan kiblat baru.

 masjid qiblatain

Penanda itu berbentuk batu marmer berwarna putih gading dengan ukiran mirip sajadah. " Kamu dapat lihat contoh mihrabnya di pintu 4," kata Ismael.

Menurut dia, Masjid Qiblatain telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang kini dapat disaksikan merupakan hasil pemugaran pada 1987 di bawah perintah Raja Fahd.

 masjid qiblatain

Hasil renovasi itu difokuskan pada satu mihrab yang menghadap kiblat. Mihrab yang baru dibuat dengan ornamen ortogonal. " Masjid ini kini dapat menampung 4.000 jemaah," ujar Ismael.

Untuk jemaah perempuan, Ismael mengatakan, jemaah dapat sholat di bagian bawah.

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar