Masjid Al-Ijabah, Saksi Doa Rasulullah yang Tak Dikabulkan Allah

Reporter : Maulana Kautsar
17 September 2018 12:19
Dalam beberapa kisah yang disampaikan perawi, Masjid Al-Ijabah menjadi saksi bisu Rasulullah memanjatkan tiga doa kepada Allah SWT.

Dream - Sore itu, suasanya Jalan King Fahd, Madinah, Arab Saudi, terlihat ramai. Kendaraan lalu-lalang. Melaju dengan kecepatan sedang. Di tepi jalan itu, berdiri sebuah masjid. Lokasinya sebela barat daya Masjid Nabawi. Sebuah menara menjulang.

Beberapa ambulans terparkir di seberang masjid. Masjid itu memang berhadapan dengan Rumah Sakit Umum Al Anshor. Masjid itu bernama Masjid Al-Ijabah.

Berbeda dengan suasana jalan, Sabtu 15 September 2018 itu, masjid ini terasa sepi. Di pintu masuk, ada seorang penjaga yang sedang duduk dan memasang earset di telinganya. Sosok itu bernama Hanni.

Dia terlihat santai. Sementara di dalam masjid, terdapat tujuh orang. Di hamparan karpet merah itu dua jemaah tampak memanjatkan dzikir, tiga duduk melingkar. Sementara, tiga lainnya tidur.

 masjid Alijabah

Selain jemaah, dua pekerja terlihat tengah sibuk. Mereka membersihkan karpet dengan penyedot debu. Seorang lain memeriksa suhu belasan pendingin ruangan. Pengubah suhu itu dipasang di sekeliling karpet ruang sholat.

Hanni mengatakan, Rasulullah pernah meminta doa kepada Allah di Masjid Al-Ijabah. Meski bahasa Inggrisnya tak lancar, Hani mencoba menjelaskan kisah itu.

Saat ditanya mengenai doa apa saja, Hanni tak berani memastikan. “ Ada kisahnya di dalam hadis, wallahualam,” ujar Hani.

 masjid Alijabah

Dalam beberapa kisah yang disampaikan perawi, Masjid Al-Ijabah menjadi saksi bisu Rasulullah memanjatkan tiga doa kepada Allah SWT. Masjid ini dahulu bernama Masjid Bani Mu'aiyah.

Tercacat di Hadis Riwayat Muslim, Ibnu Abi Umar telah menceritakan ke Marwan bin Mu'awiyah mengenai peristiwa tersebut.

Rasulullah berkata, “ Aku meminta tiga (hal) pada Rabbku, Ia mengabulkan dua (hal) dan menolakku satu (hal). Aku meminta Rabbku agar tidak membinasakan ummatku dengan kekeringan, Ia mengabulkannya untukku, aku memintaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan banjir, Ia mengabulkannya untukku dan aku memintaNya agar tidak membuat penyerangan diantara sesama mereka lalu Ia menolaknya."

Kini masjid ini kerap menjadi tujuan bagi jemaah dan peziarah yang ingin menapak tilas perjalanan Nabi Muhammad. Masjid yang direnovasi pada masa kepemimpinan Raja Fahd pada 1997 itu juga menjadi tempat jemaah untuk menjalankan sholat sunnah.

 Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar