Kisah Mengharukan Buruh Tani Miskin Naik Haji

Reporter : Eko Huda S
26 Juli 2018 08:20
"Soal rumah saya reot dan jelek tak jadi masalah, yang penting saya bisa naik haji," ujar Ju'an.

Dream - Ju’an. Kisah pria ini sungguh inspiratif. Meski hidup pas-pasan, kakek 76 tahun ini akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci. Tahun ini dia berhaji.

Dia bukanlah orang kaya. Lihat saja rumahnya. Bersama sang istri yang dinikahi 32 tahun lalu, Ju’an menempati rumah berdinding gedek. Dari anyaman bambu.

Sehari-hari, dia hanya bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan tidak datang saban hari. Terkadang hanya diminta mengairi sawah. Atau tenaganya terpakai saat musim panen saja. Upah yang dia terima tidak begitu besar.

“ Tiga bulan sekali dari luas sawah sekitar sembilan hektar milik orang ini, saya mendapat upah kadang Rp 2,5 juta, kadang Rp 3 juta,” kata Ju’an, dikutip dari laman Times Indonesia, Kamis 26 Juli 2018.

Namun demikian, keinginan berhajinya begitu kuat. Upah yang tak menentu itu tak jadi soal. Yang penting mimpi berhajinya bisa terkabul. “ Soal rumah saya reot dan jelek tak jadi masalah, yang penting saya bisa naik haji,” ujar dia.

Niat itulah yang membuatnya mampu menabung. Menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Setelah mendaftar, warga Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Probolinggo, Jawa Timur, ini semakin giat melunasi ongkos haji dalam sembilan tahun belakangan.

Dan, alhamdulillah, tahun ini dia benar-benar bisa berhaji.Dia terbang ke Tanah Suci pada Rabu 25 Juli 2018, pukul 05.00 WIB. Dia tergabung dalam kloter 28, rombongan 05 regu 04, melalui KBIH Safara Qolbi. “ Mohon doanya atas keberangkatan saya ke Makkah,” kata Ju’an. 

Beri Komentar