Kesetiaan Iis, Lima Musin Mengabdi untuk Jemaah Haji Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
31 Juli 2018 11:35
Mengawali tugas di Sektor Bir Ali. Setelah itu, perempuan yang tinggal di Arab Saudi ini selalu dipercaya mengawal sektor khusus di Masjid Nabawi, Madinah.

Dream – Siti Isnaini. Lima musim sudah perempuan yang karib disapa Iis mengabdi menjadi petugas haji. Sejak 2013.

Dia mengawali tugas di Sektor Bir Ali. Setelah itu, perempuan yang tinggal di Arab Saudi ini selalu dipercaya mengawal sektor khusus di Masjid Nabawi, Madinah.

Meski bertanggung jawab mengawal jemaah haji, Iis mengaku tak merasakan lelah. Dia punya rasa kebanggan terhadap jemaah haji Indonesia.

" Jemaah Indonesia terkenal tertib dan sopan sehingga petugas haji Arab Saudi pun merasa bangga dengan jemaah Indonesia," kata perempuan kelahiran Sampang, 14 April 1977, itu.

Menurut Iis, jemaah haji Indonsia sangat teratur. Misal saja saat di Raudhah, jemaah Indonesia bisa tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.

" Jemaah dari negara lain yang berpostur tubuh besar seperti Bangladesh, Afghanistan, India, bahkan dari Arab sendiri, terkadang memaksa untuk masuk. Mereka sering tidak peduli dengan jemaah lain yang mengantre," ujar dia.

Sebagai petugas, Iis kerap membimbing jemaah agar lebih tenang dan khidmat dalam beribadah. Dia berharap cara itu dapat keimanan jemaah haji.

Selain melakukan pembimbingan, Iis juga kerap mengantar jemaah yang tersesat hingga ke hotel. Bahkan mencari barang tercecer milik jemaah haji.

Kisah yang paling berkesan saat menelusuri barang tercecer. Pada musim haji 2017, dia menemukan paspor yang di dalamnya berisi uang untuk hidup dengan identitas yang sangat minim.

Setelah mencari informasi di sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Mekah, ternyata nomor paspor itu tidak berangkat.

Saat di Jeddah, ada mukimin orang Sidrap, Makassar. Iis menghubunginya dan berusaha melacak pemilik barang tersebut. " Alhamdulillah, akhirnya bertemu dengan pemilik passport dan uang tersebut," ujar Iis.

Tetapi, Iis menuturkan, dia segera mengantarkan barang tersebut ke hotel. Rupanya pemilik barang sudah meninggal, sedangkan uang tetap diambil untuk membadalkan haji.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar