Jihad Si Supir Taksi di Tanah Para Syuhada

Reporter : Maulana Kautsar
4 Agustus 2018 13:25
Berikut ceritanya.

Dream - Senja baru saja menapaki Bukit Rumat. Dari atas bukit setinggi 20 meter itu, sejumlah orang mengabadikan guratan sinar matahari yang berganti gelap.

Lelaki ber-joger pants itu menenteng tiga plastik besar. Isinya berupa kantong-kantong plastik transparan berisi roti.

Mohammad namanya. Pria Pakistan ini sehari-hari bekerja sebagai supir dan petugas kebersihan. Dia membagi-bagi kantong plastik itu untuk pengunjung Bukit Rumat yang bersejarah.

 mohammad

Foto : Maulana Kautsar/Dream

Selain roti gandum, terdapat satu kotak jus orange, serta tiga krim keju. " Ini sebagai caraku berjihad fisabilillah," kata Mohammad dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, Kamis 2 Agustus 2018.

Mohammad tak menyebut gajinya tiap bulan. Tetapi, berbagi makanan merupakan caranya untuk mendapat berkah dari Allah.

Tak sampai setengah jam kantong-kantong plastik itu terbagi rata. Mohammad tersenyum puas.

Membagi makanan bukan hanya dilakukan Mohammad. Banyak dari penjaja minuman yang membagi-bagikan minuman dingin secara gratis. " Halal, halal," kata para penjual itu.

 mohammad

Foto : Maulana Kautsar/Dream

Selain itu, di Masjid Syuhada, panganan gratis disediakan untuk pengunjung. Perjuangan Mohammad dan orang-orang itu menjadi prasasti hidup kisah perjuangan Rasulullah dalam Perang Uhud.

Di tanah ini, kisah perjuangan masih tersimpan. Sejarah mencatat, dahulu, 625 Masehi, sebanyak 50 pasukan pemanah ditempatkan Nabi Muhammad di bukit setinggi 20 meter itu. Mereka diminta berjaga, menahan serangan pasukan berkuda.

Atas komando Nabi Muhammad, Perang Uhud sebetulnya akan menjadi kemenangan bagi umat Islam. Tapi, sejarah berpihak lain. Nafsu menjarah barang rampasan perang jadi pemicu kekalahan pasukan Nabi Muhammad.

Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad, meninggal dalam serangan balik pasukan Quraisy. Hamzah terkena tombak yang dilemparkan budak bernama Washi bin Harb atas suruhan Jubair bin Mut'im.

Tak hanya Singa Allah dan Rasulnya, julukan Hamzah, yang meninggal. Tiga sabahat lainnya, Mush'ab bin 'Umair, Hanzholah bin Abi 'Amir, Amru bin Al-Jamuh, serta 70 syuhada turut meninggal.

Mereka dimakamkan di tak jauh dari Bukit Rumat.

Sementara itu, seperti diketahui, untuk keamanan, Nabi Muhammad di larikan ke arah Gunung Uhud.

Setelah kondisi tenang Nabi Muhammad yang melihat jenazah kaum muslim terjerat amarah. Ingin membalas perlakuan kaum musrikin. Tetapi, Allah segera menenangkan batin Nabi Muhammad dengan turunnya firman," Dan kalau kamu mengadakan pembalasan, balaslah seperti yang mereka lakukan terhadap kamu. Tetapi kalau kamu tabah hati, itulah yang paling baik bagi mereka yang berhati tabah (sabar). Dan hendaklah kau tabahkan hatimu, dan ketabahan hatimu itu hanyalah dengan berpegang kepada Tuhan. Jangan pula engkau bersedih hati terhadap mereka, jangan engkau bersesak dada menghadapi apa yang mereka rencanakan itu." (Qur'an, 16: 126 - 127)

 

Beri Komentar