Jemaah Haji Tersesat Hingga Kebun Kurma Bukit Uhud

Reporter : Idho Rahaldi
22 Juli 2018 08:40
Petugas keamanan Masjid Nabawi mendapat pesan keberadaan jemaah haji Indonesia yang tersesat. Lokasinya mengejutkan...

Dream - Nawa Syarif Djalaluddin sedang berada di Masjid Nabawi pada Kamis, 19 Juli 2018. Mahasiswa Indonesia perguruan tinggi di Mesir itu tengah bertugas sebagai tenaga musiman melayani jemaah haji Indonesia.

Tetapi, malam itu, sekitar pukul 20.00 waktu Saudi, dia dikejutkan dengan kedatangan petugas keamanan Masjid Nabawi. Dia diminta masuk ke dalam mobil khusus keamanan Masjid Nabawi.

Nawa tak tahu hendak dibawa ke mana. Yang pasti, ada seorang jemaah Indonesia tersesat. Posisinya ditemukan Polisi Arab Saudi.

Beberapa saat di dalam mobil, radio berbunyi. Suara percakapan dalam bahasa Arab. Petugas keamanan Masjid Nabawi mendapat pesan keberadaan jemaah haji Indonesia yang ternyata tersesat.

Lokasinya mengejutkan. Jalan Utsman ibn Affan. Di sebuah kebun kurma, di sambing bukit Uhud. 7,9 kilometer dari Masjid Nabawi. Atau sekitar 2 jam berjalan kaki.

Jemaah haji itu bernama Imang Tambur Nyidin. Asalnya kloter JKS 03.

Di dalam mobil, Syarif sempat ditanyai petugas keamanan Nabawi. " Mengapa orang-orang Indonesia takut terhadap polisi Saudi?" kata petugas keamanan Masjid Nabawi.

Pertanyaan itu bukan muncul tanpa alasan. Ternyata, Imang lari hingga ke Bukit Uhud karena takut terhadap polisi Arab Saudi. Padahal, polisi Saudi ingin menolongnya.

Nawa memahami kondisi itu. Dia menduga jemaah haji tersebut tidak bisa berbahasa Arab dan takut saat melihat polisi Saudi mendekati.

Jalan menuju kebun kurma itu sangat sepi. Ruas jalan sempit. Gelap. Di samping jalan kecil, terparkir mobil-mobil yang tak terawat.

Dengan nada tinggi, Nawa bertanya ke petugas keamanan Masjid Nabawi. Dia menyebut tak mungkin ada jemaah yang tersesat hingga di lokasi yang terpencil itu.

Ayna nahnulaan?! Fien thoriq dah?! Musy mumkin al haaj kabierussin wa dho’ieful jism yasil ila mitsli hadzal makaan! (Di mana kita sekarang?! Jalan apa ini?! Tidak mungkin seorang bapak tua bisa tersesat sampai ke daerah
seperti ini!),” ujar Nawa.

Petugas kemanan Masjid Nabawi meyakinkan Nawa. Curiga, Nawa mencoba lari. Tapi, tak bisa. Pintu mobil terkunci.

Tetapi, sirene mobil polisi berkumandang. Petugas keamanan Masjid Nabawi kembali meyakinkan. " Ada jemaah haji tersesat!"

Keyakinan Nawa perlahan muncul. Turun dari mobil, petugas masjid dan polisi mengajak Nawa ke dalam kebun kurma. Gelap, pohon, dan dedaunan menutupi pandangan. Dengan bantuan senter mereka menembus kebun kurma.

Selama perjalanan, polisi Arab Saudi bercerita kronologi singkat perjalanan Imang. Setelah lama mencari, Nawa menemukan Imang. Posisinya, berbaring di dalam lubang besar. Memegang kayu besar.

Polisi Saudi menyerahkan tindakan penanganan ke Nawa. Si polisi Saudi bilang," Akhi, sekarang tugas kamu, kamu bujuk dia agar mau keluar dari lubang tersebut."

Nawa bingung. Kenapa tidak Anda? tanyanya.

Polisi Saudi menjawab. Imang, lelaki yang tersesat itu, sempat melawan. Kayu besar yang dia pegang sempat diayunkan ke arah Polisi.

" Kami ingin Anda membujuknya dengan baik-baik agar mau keluar
dari lubang, tidak perlu ada kekerasan," ujar polisi Arab.

Nawa tergerak. Dia membujuk Imang. Menenangkan batinnya. " Tak perlu takut," kata Nawa.

Tapi ajakan itu tak bersambut. Imang mengayunkan balok kayu besar. Meminta orang-orang menjauh.

Nawa pun meminta polisi merebut kayu. Menarik Imang keluar lubang. Memegani kaki dan tangannya.

" Akhirnya 3 orang polisi Saudi dan 2 orang petugas keamanan Nabawi memegangi kaki dan tangan jemaah untuk digotong keluar kebun," kata Nawa.

Kepala Sektor Khusus, Jasaruddin F. Makka, mengatakan kondisi emosi Imang mulai stabil usai keluar dari kebun. Itupun setelah berkali-kali ditenangkan Nawa.

" Setelah keadaan jemaah lebih tenang, polisi-polisi Saudi yang sangat baik, membuatkan teh, membawakan air putih, kasur dan bantal untuk jamaah haji tersebut," ujar Jasaruddin.

Imang kemudian dibawa kembali ke kantor sektor 4 Daker Madinah. Dia mendapat perawatan dari petugas kesehatan hingga diperbolehkan pulang ke pemondokannya, Diyar Al Madinah.

Laporan Jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah

Beri Komentar