Dendang Dangdut di Jalanan Madinah

Reporter : Maulana Kautsar
5 Agustus 2018 17:02
Dedi memutar musik dangdut sebagai penghilang rasa rindu Tanah Air saat sedang bersama petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Dream - Angka 106,1 FM menyala di dasbor mobil Dedi. Irama dangdut mengalun di dalam Avanza cokelat itu. Suling dan gendang berirama dengan alat musik lainnya. Mengiringi suara merdu seorang wanita.

Duduk di kursi paling belakang mobil, saya curiga. Ponsel saya ambil. Headset terpasang. Saya cari frekuensi itu untuk memastikan. Dan, saya terkejut. Isinya sama. Alunan dangdut!

" Ini radio dangdut bang?" kata seorang teman yang duduk di mobil itu.

Mukimin yang bertugas menjadi sopir di Sektor 2 Madinah, Arab Saudi, itu tertawa. " Ini cuma MP3," ujar dia.

Tapi, keanehan terus menarik saya mencari tahu.

Dedi mengatakan, siaran dangdut yang mengudara itu memang berasal dari lagu-lagu yang diunduhnya melalui komputer. Lagu-lagu itu dipasangkan di modulator.

Alat itu kemudian mencari frekuensi FM yang kosong. Radio mobil tinggal menyesuaikan frekuensi yang telah tersetel di modulator. Ketika mesin modulator mati, frekuensi menghilang.

" Prinsipnya mirip hotspot," kata dia. Menurut Dedi, alat itu dijual seharga 70 riyal di toko elektronik.

Dedi tak selalu memutar lagu-lagu dangdut di mobilnya. Ada kalanya, pria yang telah bekerja di Arab Saudi sejak 2012 itu harus mematikan musik dangdut pilihannya.

" Kalau sedang mengantar jemaah atau dekat dengan Haram (Masjid Nabawi) ya dimatikan," kata dia.

Dedi memutar musik dangdut sebagai penghilang rasa rindu Tanah Air saat sedang bersama petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Kembali ke frekuensi dangdut yang diputarnya, dia hanya berseloroh. " Mana ada radio dangdut di Madinah, Mas," ujar dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar