Cerita Tukang Pijat Terapi Naik Haji, Tunaikan Ibadah Sambil Beri Layanan Gratis untuk Jemaah

Reporter : Okti Nur Alifia
18 Juni 2022 07:01
Walaupun menunggu selama 9 tahun untuk menabung, semangat dan tekadnya untuk memenuhi rukun Islam ke-5 tak membuatnya goyah.

Dream - Jemaah haji datang dari berbagai kalangan dengan beragam latar belakangnya. Hampir semua Tamu Allah ini memiliki cerita perjuangannya sendiri untuk dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekah dan Madinah untuk menunaikan haji.

Cerita kali ini datang dari seorang tukang terapi pijat bernama Abdul Malik yang merupakan jemaah haji asal Desa Penganten, Balen, Bojonegoro, embarkasi Surabaya.

Berprofesi sebagai tukang terapi pijat menjadi keberkahan sendiri baginya Abdul Malik karena dapat mengumpulkan uang. Dia mulai mendaftar haji tahun 2011 dan dapat melunasi seluruh pembiayaan pada 2020.

“ Saya mulai buka praktik sejak tahun 2011. Sekali terapi, tarifnya antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Uang hasil terapi itu ditabung antara Rp50.000 sampai Rp100.000 per hari,” ujar Malik yang berangkat haji bersama isterinya Umi Taslimah di Mekah, pada Kamis, 16 Juni 2022.

Walaupun menunggu selama 9 tahun, semangat dan tekadnya untuk memenuhi rukun Islam ke-5 tak membuatnya goyah.

“ Saya menabung untuk berangkat haji dengan menyisihkan hasil jasa pijat, karena ingin penuhi rukun Islam,” lanjut Abdul Malik.

2 dari 5 halaman
Beri Komentar