Amalan Doa di Buku Bekas Antar Nenek Tarijah Naik Haji

Reporter : Eko Huda S
6 Agustus 2018 14:51
Dia hidup pas-pasan. Tak kenal bank. Untuk menyimpan uang pun harus di bawah kasur dan bantal.

Dream - Hidup serba pas-pasan tak membuat Tarijah menyerah. Nenek 73 tahun ini terus semangat mengumpulkan uang, menabung untuk ongkos haji. Tahun ini, mimpi perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, itu menjadi kenyataan.

Tak mudah bagi Tarijah mengumpulkan biaya. Ditinggal meninggal sang suami lima belas tahun silam, Tarijah hidup bersama satu cucunya di rumah sederhana. Putra semata wayang pun sudah di alam baka karena terserang strok.

Saban hari, usai melaksanakan sholat Subuh pukul 06.00 WIB Tarijah pergi ke pasar untuk berjualan. Dia harus berjalan dua kilometer. Selain nasi aking, dia juga berjualan buku, koran bekas, kayu arang, jagung, bekatul, dan botol bekas.

Penghasilannya pun pas-pasan. Bila pasar lagi sepi, tak ada duit sepeserpun di kantong. Namun kalau ramai bisa sampai seratus ribu. Karena tak menenti, dia harus irit agar bisa menabung.

“ Kalau beli ya mahal, lima ribu dapat nasi sekepel (satu kepal). Jadi ya masak, ngeliwet nasi tiga ons kadang setengah kilo sehari sudah cukup,” tutur Turijah, dikutip dari jatim.kemenag.go.id, Senin 6 Agustiis 2018.

2 dari 3 halaman
Beri Komentar