Sigapnya Tim Kesehatan Haji Tangani Pasien Gagal Ginjal

Reporter : Maulana Kautsar
2 September 2018 13:43
Degup jantung dan napas jemaah itu sempat terhenti, mengalami cardiac arrest.

Dream - Kesigapan dokter dan perawat Indonesia dalam menangani jemaah haji mendapat apresiasi dari media lokal Arab Saudi, Arab News. Tim kesehatan haji Indonesia menyelamatan nyawa jemaah haji yang mengalami gagal pernapasan dan jantung di Pusat Kesehatan Bandara King Abdulaziz Jeddah, Rabu, 29 September 2018.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat menuturkan saat itu ada seorang jemaah perempuan asal Kloter 51 Embarkasi Jakarta-Bekasi. Tetapi, karena sakit yang diderita jemaah itu dipulangkan lebih cepat bersama Kloter 11 Embarkasi Jakarta-Bekasi.

Ternyata sang jemaah menderita gagal ginjal kambuhan. Selepas berhaji, perempuan itu sempat dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinatul Hujjaj di Jeddah untuk distabilisasi.

Setelah dinilai layak terbang, jemaah asal Cimuning, Bekasi Timur tersebut diberangkatkan ke Bandara King Abdulaziz Jeddah. Tapi, di tengah perjalanan menuju bandara, jemaah tersebut mengalami cardiac arrest alias gagal fungsi jantung.

Degup jantung dan napas jemaah itu sempat terhenti. Setibanya di posko kesehatan Daker Bandara di Bandara Jeddah, dokter-dokter yang tergabung dalam Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara segera mengambil tindakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP).

Arsyad yang menyaksikan penyelamatan jemaah itu mengapresiasi usaha tim kesehatan haji. “ Saya salut sama dokter-dokter kita. Karena kalau terlambat sedikit saja bisa lain ceritanya,” kata dia di Bandara Jeddah, Sabtu, 1 September 2018.

Cerita Arsyad diiyakan para dokter dan perawat di Tim Mobile Kesehatan Bandara Jeddah. Lantas, siapa sosok yang menjadi penyelamat jemaah yang sakit itu? Sosok petugas Tim Mobile Daker Bandara, bernama Oldi Dedya.

Oldi mendampingi jemaah itu dari KKIH Madinatul Hujjaj di Jeddah hingga Bandara King Abdulaziz. Oldi jugalah yang disebut melakukan prosedur RJP dan menyelamatkan nyawa jemaah tersebut.

Dokter spesialis asal Banjarmasin tersebut ialah staf Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Saat dihubungi, dia membenarkan peristiwa penyelamatan tersebut, meski enggan disebut yang paling berperan.

“ Kami, tim dokter dan perawat indonesia, yang segera melakukan resusitasi jantung paru. Begitu kondisi baik dan (jemaah) sadar kami transfer ke klinik Bandara Jeddah,” kata dia.

Dia mengatakan, ada kelegaan tersendiri setelah berhasil melakukan penyelamatan. “ Ada perasaan bangga sebagai warga Indonesia. Karena fasilitas kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan sangat lengkap untuk jemaah haji indonesia,” kata dia.

 

Beri Komentar