Menghilangkan Najis Saat Ihram, Begini Caranya

Reporter : Maulana Kautsar
26 Juli 2018 12:20
Jemaah haji diminta untuk berihram sejak dari pemondokan.

Dream - Jemaah haji yang berada di Madinah mulai bergerak ke Mekah pada 26 Juli 2018. Sebelum berangkat, jemaah haji disarankan untuk berihram di pemondokan.

Saran itu dibuat agar jemaah tak kerepotan ketika tiba di Bir Ali atau Zulhulaifah, tempat miqat untuk memanjatkan niat ihram. Usai memanjatkan niat dan sholat sunat ihram, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mekah.

Selama perjalanan, bukan tidak mungkin kain terkena najis. Konsultan Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Ahmad Kartono, mengatakan najis pada kain ihram dapat dihilangkan dengan cara dicuci.

" Kalau sedikit, bisa dicuci di kolam," kata Kartono di Madinah, Arab Saudi, Rabu 25 Juli 2018.

Membersihkan kain ihram merupakan bagian dari cara untuk menyempurnakan thawaf. Sebab, salah satu syarat dalam thawaf ialah dalam keadaan suci.

Kondisi ini berbeda dengan wukuf. Menurut Kartono, jemaah haji tak perlu memikirkan najis saat wukuf.

" Wukuf itu tidak harus dalam keadaan berwudhu, tidak suci pun tidak apa-apa," ujar dia.

Tetapi, Kartono berpesan yang perlu diperhatikan jemaah haji adalah keadaan saat sholat. Suci badan maupun pakaian merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan sholat.

" Jangan sampai jemaah tahu najis, tapi tetap sholat," kata dia.

Selain kesucian kain ihram, Kartono juga menyinggung soal masa haid wanita. Dia menyarankan jemaah haji wanita tidak mengikuti umroh wajib dulu jika sedang haid.

" Tunggu sampai datang bulannya selesai," ujar dia.

Kartono mengatakan sebagian besar ulama melarang wanita haid untuk menjalankan thawaf dalam rangka umroh wajib. Sedangkan thawaf umroh wajib merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian haji.

Laporan Jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

 

Beri Komentar