Jemaah Haji Lanjut Usia Rentan Gangguan Psikiatri

Reporter : Maulana Kautsar
29 Juli 2018 09:20
Pasien psikiatri di klinik Kesehatan Haji sebagian besar berumur di atas 60 tahun.

Dream - Jemaah haji diminta untuk waspada terhadap suhu di Mekah yang mencapai 53 derajat Celcius. Kondisi ini karena jemaah haji lanjut usia (lansia) memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan lingkungan.

Kerentanan akan semakin tinggi bagi jemaah yang memiliki penyakit yang menyertainya. Ini akan meningkatkan stres bagi jemaah tersebut.

Sejak 17 Juli 2018 ada 17 pasien psikiatri yang dirawat. Tujuh diantara pasien itu telah kembali ke pemondokan. Hal tersebut diungkapkan Miftakhul Huda, dokter spesialis penyakit kejiwaan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Sementara itu, 4 pasien dievakuasi ke Mekah. Jenis kelamin yang paling banyak dirawat adalah laki laki. Jemaah yang masih dirawat pada hari Sabtu, 28 Juli 2018, sebanyak 6 pasien.

Pasien psikiatri sebagian besar berumur di atas 60 tahun. Dia menyebut, para lansia ini tidak mudah untuk beradaptasi dan belajar hal-hal baru.

“ Kita tidak dapat mengatakan pasien itu demensia sebelum diperiksa. Bisa saja dia ke sini karena gangguan adaptasi atau culture shock syndrome. Perbedaan antara kondisi di Indonesia dengan kondisi di sini. Mereka ke sini bertemu dengan kebiasaan dan budaya yang berbeda,” kata Huda.

Kasus psikiatri, menurut Huda, umumnya dipicu kondisi sosial dan lingkungan yang sangat berbeda antara Arab Saudi dan Indonesia. Banyak jemaah haji harus beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi sosial yang baru.

“ Mereka sulit mengenali. Susah mengingat pintu-pintu yang sama. Apalagi mengingat pintu keluar di masjid nomor berapa. Mereka seringkali lupa dan bingung,” ujar dia.

Selain itu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan jemaah haji mengalami perubahan tingkah laku. Seandainya jemaah mengalami gangguan psikiatri berat, maka dapat dipastikan jemaah haji akan dibadalkan.

Agar kondisi ini tak terjadi pada jemaah, mereka harus tetap tenang dan mengontrol emosi ketika sampai di Tanah Suci.

“ Tidak usah khawatir, yang penting jangan terpisah dari rombongan. Kalau ada masalah kesehatan di sini bisa tanya petugas karena kita ada di sekitar Nabawi,” ujar Huda.

Beri Komentar