Jangan Malas Makan Saat di Tanah Suci, Efeknya Bisa Fatal

Reporter : Maulana Kautsar
3 Agustus 2018 06:20
"Puncak haji itu adalah wukuf di Padang Arafah maka kita siapkan fisik untuk menyambut wukuf".

Dream - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekah hingga 1 Agustus 2018 kemarin  merawat 25 jemaah. Mayoritas yang dirawat ternyata jemaah yang mengalami sesak napas dan tubuhnya sangat lemah karena kurang minum dan malas makan.

" Ketika datang ke UGD, jemaah dalam keadaan lemah dan saat ini sedang kita tangani," jelas Direktur KKHI Makkah dr. Nirwan Satria Sp.An.

Nirwan pun mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dengan memperbanyak minum, konsumsi buah-buahan serta makan tepat waktu. Termasuk mengurangi aktivitas yang tidak penting.

" Karena puncak haji itu adalah wukuf di Padang Arafah maka kita siapkan fisik untuk menyambut wukuf pada saatnya nanti," ungkapnya.

Terlebih lagi suhu saat ini di Arab Saudi sangat ekstrem. Penting bagi jemaah melengkapi dirinya dengan alat pelindung diri (APD). 

" Siang hari bisa 46 derajat celcius. Tim promotif preventif (TPP) kita ada di garda depan untuk mengingatkan jemaah gunakan alat-alat seperti masker, payung, semprotan wajah, sehingga jemaah kita tidak kekurangan cairan," ujarnya.

Suhu panas dan kekurangan cairan dapat menyebabkan jemaah terserang heatstroke, dengan gejala adalah suhu badan tinggi, kesadaran mulai berubah, dan bicara sendiri sampai tidak sadarkan diri.

" Kalau ada jemaah kita yang kena heatstroke, dibantu dengan membaringkan jemaah, melonggarkan semua pakaian, dan menyiram tubuhnya dengan air sebanyak-banyaknya sehingga suhunya bisa turun. Bila kesadaran sudah kembali, maka diberi minum," kata Nirwan.

Jemaah juga diminta untuk jangan malas minum karena takut ke toilet. Pasalnya kelembapan di sini sangat rendah, sehingga seringkali jemaah tak sadar kalau dirinya mengalami kekurangan cairan. 

Beri Komentar