Menag Imbau Jemaah Haji Tak Memforsir Diri untuk Ibadah

Reporter : Maulana Kautsar
2 Juli 2018 19:20
Dalami mana ibadah sunnah dan mana ibadah wajib.

Dream - Gelombang pertama jemaah haji Indonesia akan berangkat ke Tanah Suci pada 17 Juli 2018. Segenap persiapan harus dilakukan jemaah, salah satunya mengenai kesehatan.

" Terkait kesehatan ini sangat vital, mau beribadah seperti apapun pola hidup sehat harus dijaga," kata Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, di kantornya, Senin 2 Juli 2018.

Lukman, mengimbau, jemaah haji dapat menjaga kesehatan. Salah satunya dengan tak terlalu memforsir ibadah. " Jangan terlalu lupa hingga memforsir (diri untuk) ibadah," ucap dia.

Selain menjaga kesehatan, Lukman juga meminta para jemaah haji untuk memperdalam manasik haji. Sehingga para jemaah mengetahui mana saja ibadah wajib dan sunah.

" Jangan sampai yang sunnah mengalahkan yang wajib. Misalnya, sampai umroh berkali-kali," ujar dia.

Para jemaah haji, tambah Lukman, juga harus menjaga nama baik Indonesia di mata dunia. Selain sebagai jemaah, warga yang berangkat haji merupakan duta.

Sebelumnya, disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusup Singka, jemaah haji yang berpotensi mengidap penyakit jantung perlu sadar diri.

" Yang mengalami kelainan jantung bisa membatasi aktivitasnya, bukan membatasi ibadahnya," ujar Eka, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selatan, Minggu 3 Juni 2018.

Eka menuturkan, sebagian besar jemaah yang mengidap penyakit jantung telah didata di dalam negeri. Meski sudah menurunkan tim preventif, Eka meminta jemaah tetap memperhatikan kondisi tubuh sendiri.

" Jemaah harus sadar diri," ujar dia.

Beri Komentar