Waktu yang Tepat Bagi Jemaah Haji Wanita Berkunjung ke Raudhah

Reporter : Maulana Kautsar
24 Juli 2018 14:37
Di waktu-waktu ini, antrean masuk Raudhah tidak panjang.

Dream - Raudhah menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para jemaah haji, tidak terkecuali wanita. Tempat yang berada di dalam Masjid Nabawi ini dulu selalu digunakan Rasulullah Muhammad SAW untuk sholat.

Salah satu Petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Sektor Khusus Masjid Nabawi, Restu Fitri Adryan, mengatakan jemaah haji wanita dapat masuk ke Raudhah melalui pintu 25. Dia menyarankan waktu yang tepat bagi jemaah wanita berkunjung ke Raudhah yaitu adalah usai sholat Subuh dan usai sholat Isya'

“ Saat ini jemaah sudah mulai ramai mengunjungi Raudhah, maka akan lebih baik datang saat ba’da (setelah) Subuh atau Isya supaya lebih leluasa menunggu antrean menuju Raudhah,” ujar Restu di Madinah, Selasa 24 Juli 2018.

Raudhah sebenarnya bisa dikunjungi usai Subuh hingga menjelang Zuhur, usai Zuhur hingga Ashar, atau usai Isya' hingga tengah malam. Para jemaah haji wanita diharapkan masuk per kelompok.

Jemaah haji Indonesia dikumpulkan dengan jemaah dari Malaysia, Filipina, dan Thailand. Petugas keamanan yang memandu biasanya membawa papan bertuliskan " Kumpulan Berbahasa Melayu" .

Pengelola Masjid Nabawi menerapkan aturan pembukaan pintu Raudhah ba’da Subuh hingga pukul 09.30 waktu Saudi. Untuk siang hari, pintu dibuka ba'da Zuhur sampai pukul 15.30 waktu Saudi.

Jemaah haji wanita akan mengantre lebih kurang selama dua jam untuk masuk Raudhah. " Sedangkan kalau malam antrean setelah sholat hingga 23.30 waktu Saudi," kata dia.

Untuk mengantisipasi kelelahan, Restu menyarankan jemaah haji wanita membawa air zam-zam dan bekal makanan ringan seperti roti, biskuit, atau kurma untuk mengganjal perut selama mengantre.

Raudhah merupakan tempat istimewa di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Dulunya area ini berada di antara rumah Nabi Muhammad dan mimbar khutbah di Masjid Nabawi yang asli.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Muhammmad SAW, " Di antara kuburanku dan mimbarku terdapat taman (raudhah) di antara taman surga." (Al-Mu'jam Al-Ausath, Thabrani, 2/120). Status “ Taman Surga” inilah yang menjadi motivasi jemaah berlomba untuk memperbanyak sholat dan berdoa di sana.

Luas area ini hanya 144 meter persegi dengan ciri karpet hijau, sedangkan karpet di area lain berwarna merah. Dari salah satu hadis diketahui, Raudhah merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

Beri Komentar