Tradisi Mencantumkan Gelar Haji atau Hajjah di Depan Nama

Reporter : Maulana Kautsar
25 Juli 2019 17:46
Tidak hanya dilakukan masyarakat Indonesia.

Dream - Masyarakat kita sering menyematkan gelar haji di depan nama setelah pulang dari Tanah Suci. Para pria Muslim yang sudah berhaji biasa menambahkan huruf H di depan nama mereka, sementara kaum perempuan menambahkan singkatan Hj.

Filolog, Oman Fathurahman, mengatakan, tradisi tersebut sudah ada sejak masa silam. Dalam program Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa), Oman menyebut perjalanan menuju Tanah Suci bagi orang Nusantara merupakan perjalanan panjang dan berat. 

Tempo dulu, jemaah haji di Nusantara memang harus menempuh perjalanan laut. harus menerjang ombak dan badai selama berbulan-bulan, juga menghindari perompak, hingga menjelajah gurun.

Oman menyebut, orang yang kembali dengan selamat ke Nusantara dianggap punya gelar atau anugerah kehormatan. Nilai lain yang dianggap penting yaitu Kabah dan Mekah merupakan kiblat umat Islam. Kondisi itulah yang membuat gelar jemaah haji penting bagi masyarakat Tanah Air.

Antropolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi, tradisi memberi gelar haji pada nama sebetulnya tak hanya ada di Indonesia. Masyakarat di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan, juga memiliki tradisi serupa.

" Tradisi di Mesir Utara bahkan bukan hanya memberi gelar haji, tapi juga melukis rumahnya dengan gambar Ka'bah dan moda transportasi yang digunakan ke Mekkah,” kata Dadi, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Kamis 25 Juli 2019.

Selain anugerah pada perjalanan panjang, gelar haji juga dinilai menyematkan status sosial tertentu. Tapi, Dadi melihat sejarah panjang penyematan gelar haji atau hajjah itu muncul karena tiga faktor. Ada faktor sejarah kolonial, kultural, dan, tentu saja, keagamaan. 

Beri Komentar