Tersengat Panas di Arafah, 20 Jemaah Haji Indonesia Langsung Dirawat

Reporter : Maulana Kautsar
20 Agustus 2018 10:37
"Sebagian besar penyakitnya terbawa dari Indonesia. Tercetus di sini karena jemaah terpapar cuaca panas dan kurang minum," kata Edi di PKHI Arafah.

Dream – Pusat Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) di Arafah mulai disesaki jemaah yang sakit. Sejak kedatangan perdana jemaah pada pukul 09.00 waktu Saudi, tercatat sudah lima jemaah dirawat di PKHI.

Tak sampai sejam, jumlah jemaah yang dirawat bertambah dua kali lipat hingga mencapai sepuluh orang. Dari jumlah itu, satu di antaranya harus dirujuk Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Namun, jumlah itu cepat bertambah, menurut data terakhir sebanyak 20 jemaah dirawat di PKHI. Jemaah yang datang ke PKHI dipapah, diangkat menggunakan tandu, juga ada yang didorong dengan kursi roda.

Kepala Seksi Kesehatan Bandara yang bertugas di PKHI Arafah, Edi Supriyatna, mengatakan, kebanyakan pasien yang dirawat mengidap penyakit kambuhan.

“ Sebagian besar penyakitnya terbawa dari Indonesia. Tercetus di sini karena jemaah terpapar cuaca panas dan kurang minum,” kata Edi di PKHI Arafah.

Edi menyebut, pasien pertama yang dirawat karena keluhan mual dan muntah. Jemaah itu segera dibawa ke PKHI begitu turun dari bus.

Sementara pasien lain mengidap penyakit paru, sakit jantung, dan kencing manis. Ada juga pasien yang sempat dirawat di KKHI Mekah dan kambuh lagi ketika di Arafah.

PKHI merupakan bangunan yang terbuat dari seng dan terpal seluas setengah lapangan bola. Dalam tenda itu, ranjang-ranjang pasien sebanyak 60 unit ditata berjajar.

Sebanyak 73 tenaga medis bertugas di lokasi tersebut. Selain itu, ada juga 13 petugas yang berjaga-jaga di masing-masing maktab jemaah.

Salah seorang pasien yang dirawat adalah Asiah Tokko. " Sakit di sini karena tadi kena panas," kata dia sembari mengusap dadanya.

Suami Asiah, Aziz Tokko, menuturkan, mereka tiba dari Mekah sekitar pukul sepuluh pagi. Begitu turun, kata Aziz, istrinya langsung mengeluhkan sakit. Asiah memiliki riwayat sakit jantung.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar