Tangis Asmia Kehilangan Ibunda Setibanya di Tanah Suci

Reporter : Dream.co.id
21 Juli 2018 10:43
Asmia Hadi Hasan terpukul. Setibanya di Bandara Amir bin Abdulaziz, Madinah, kabar duka merundungnya.

Dream - Asmia Hadi Hasan terpukul. Setibanya di Bandara Amir bin Abdulaziz, Madinah, kabar duka merundungnya.

Di atas kursi roda, Asmia meraung. “ Mamakku! Mamakku! ” kata Asmia, Jum’at, 20 Juli 2018.

Tangis Asmia ditujukan kepada Hadia Daeng Saming, 73 tahun. Hadia kelahiran Tangalla, Gowa, Sulawesi Selatan. Dia berangkat dari Embarkasi Makassar bersama rombongan dari Kabupaten Gowa.

Berdasarkan informasi, Hadia mula-mula tak sadar saat menuju antrean keimigrasian menuju Gerbang Zero Bandara Madinah. Di saat itu, Asmia sempat menggendong Hadia.

Andi Marolla, petugas kesehatan yang pendamping Kloter 5 Embarkasi Makassar, mengatakan sebelum mendarat, Hadia sudah tampak tak sehat.

Hadia mengalami sesak nafas dan diketahui memang memiliki riwayat bronkitis. Sekitar 2-3 jam sebelum mendarat, Hadia sempat diberikan oksigenasi dan obat oral inhalan.

“ Dia sempat baikan setelah itu,” kata Marolla di Bandara Madinah.

Marolla kembali ceria setelah pesawat mendarat sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Tapi, dia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda setelah turun dari pesawat.

Pada saat mengantri untuk imigrasi, ia pingsan saat dipapah Asmia Hadi, lalu dibawa ke klinik bandara.

Di klinik bandara, Hadia mengalami asistole alias henti jantung. Petugas medis coba melakukan CPR, namun tidak berhasil. Dia dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.04 WAS di Klinik Bandara Madinah.

Laporan Jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah

Baca Juga

Beri Komentar