Tangani Puncak Haji, Petugas Dibagi dengan Formula 5-5-3

Reporter : Maulana Kautsar
16 Agustus 2018 11:29
Ini agar petugas tidak kewalahan dalam mengarahkan jemaah haji Indonesia.

Dream - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, memperkenalkan formulasi pembagian petugas dalam menangani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Lukman menyebut para petugas dibagi dengan formula 5-5-3 agar tidak kewalahan.

" Ini hanya sekadar angka untuk memudahkan," ujar Lukman saat Konsolidasi Petugas Haji di Mekah.

Formula 5-5-3 mengacu pada tiga fase persiapan haji yaitu pra-Arafah, wukuf di Arafah, dan pasca-Arafah. Pada fase akhir pra-Arafah, kata Lukman, terdapat lima hal krusial.

Hal tersebut di antaranya, masa penghentian sementara operasional katering, berakhirnya layanan transportasi, kesehatan, dan sosialisasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

" Yang terakhir intensif manasik haji untuk jemaah haji," ujar dia.

 Menag Lukman saat konsolidasi petugas haji

Sementara itu, ada lima hal lain yang harus disiapkan untuk menghadapi Armuzna. Lukman menekankan pentingnya kesiapan petugas untuk membawa jemaah di Arafah.

Selain itu, kesigapan petugas saat wukuf juga diperlukan. Fokus lain di fase ini yaitu transportasi bus dari Arafah ke Muzdalifah.

" Dari Arafah ke Muzdalifah itu hanya disediakan tujuh bus tiap maktab, karena jaraknya yang dekat dan menjaga ruang sirkulasi lalu lintas," ucap Lukman.

Sementara saat mulai bergerak dari Muzdalifah ke Mina, Lukman meminta agar petugas mengawasi rangkaian ibadah jemaah haji. Sebab, beberapa jemaah ada yang menjalankan thawaf ifadah.

Prosesi lempar jumrah juga menjadi hal yang ditekankan Lukman pada fase ini. Menurut Lukman, para petugas harus mengingatkan jemaah terkait waktu larangan untuk menuju jamarat.

" Ini ketentuan pemerintah Saudi Arabia agar tidak terjadi penumpukan jemaah," ucap dia.

Meski rangkaian prosesi haji sudah selesai nanti, Lukman meminta para petugas tetap fokus. Sebab, masih ada fase krusial lain yaitu pemulangan jemaah haji gelombang pertama dari Jeddah ke Indonesia dan berpindahnya jemaah gelombang kedua dari Mekah ke Madinah.

" Untuk itu, seluruh petugas yang berada di Mekah diharapkan kembali ke pos masing-masing sesuai jadwal," kata dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

Beri Komentar