Selain Merah Putih, Kemenag Larang Bendera Lain Berkibar di Arafah

Reporter : Ahmad Baiquni
28 Juli 2019 16:00
Jemaah Haji Indonesia membawa misi negara, bukan ormas atau KBIH.

Dream - Kementerian Agama melarang para jemaah haji Indonesia untuk mengibarkan bendera apapun selain Merah Putih saat berada di Arafah. Larangan ini juga berlaku ketika jemaah haji berada di Mina dan Muzdalifah.

" Karena kita di sini, kita bukan lagi bawa misi ormas, kelompok tertentu atau KBIH, kita di sini adalah misi bangsa dan negara," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar Ali, dikutip dari Liputan6.com.

Nizar menekankan setiap jemaah haji membawa identitas sebagai orang Indonesia. Bukan jemaah dari organisasi atau kelompok bimbingan ibadah haji tertentu.

" Jemaahnya namanya jemaah Indonesia, bukan jemaah ormas, jemaah KBIH, serhingga atribut yang terkait dengan itu tidak dipasang. Di sini yang ada adalah jemaah kloter mana, embarkasi mana," kata dia.

Selanjutnya, Nizar menjelaskan sistem zonasi yang diberlakukan di Arafah dengan pemberian nomor pada tenda. Penomoran itu merujuk pada asal embarkasi sekaligus kapasitasnya.

" Jadi satu tenda diperuntukkan untuk embarkasi mana, kloter berapa, kapasitasnya berapa, di situ akan jelas. Sehingga nanti kalau satu tenda ada dua embarkasi, atau dua kloter yang berbeda, kita akan pastikan bagian sebelah kanan, ini untuk embarkasi 1 dan ini untuk embarkasi 2," ucap dia.

Lebih lanjut, Nizar mengatakan sistem zonasi diterapkan setelah berkaca pada tahun lalu. Menurut dia, jemaah cenderung berebut lokasi tenda lantaran tidak ditentukan sejak awal.

" Kalau tahun kemarin kan dibebaskan untuk dua kloter sehingga ada semacam dalam tanda petik siapa duluan di situ. Tapi kalau ini kan jelas peruntukannya, kita memastikan di situ konteksnya survei awal," ucap dia.

Beri Komentar