Rumah Petugas Haji Itu Hancur Oleh Gempa Lombok

Reporter : Maulana Kautsar
7 Agustus 2018 12:34
Keluarganya trauma. Melihat tembok pun mereka sangat ketakutan. Inilah kisah keluarga Avip.

Dream – Kabar gempa Lombok masuk ke ponsel Avip Affan. Petugas Sistem Komputerasasi Haji Terpadu (Siskohat) Sektor 3 Madinah itu sungguh berdebar. Itu kampungnya. Rasa khawatir mendorongnya mengirim pesan kepada Hakamah, tetangganya di Desa Rimpik, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

" Gimana keadaan di sana?" tulis Avip. " Semua kita aman di lapangan, semua rumah hancur saudaraku," balas Hamakah.

Kabar terbaru diterima Avip, kemudian. Isinya mengejutkan, " Semua rumah kita roboh saudaraku. Sekarang kami sudah kumpul di lapangan, kamu tenang saja Rani dan anak-anak Bapak baik-baik."

Rumah bagian depan Avip remuk. Pun bagian bagian belakang, rusak parah. " Iya, enggak bisa ditempati," kata Avip, Senin 6 Agustus 2018.

Kekhawatiran beranjak di kepala Avip. Air matanya tertahan. Ingatannya ke Tanah Air muncul. Keselamatan istri dan anak-anaknya menjadi ketakutan terbesarnya.

" Istri saya terluka tertimpa bangunan," ujar dia.

Menurut Avip, saat ini istri dan anak-anaknya yang mengalami luka ringan dibawa orang tuanya ke Mataram. " Karena di Mataram dipercaya sebagai tempat yang paling aman," ucap dia.

Avip menambahkan, saat ini keluarga dan kerabatnya masih dalam kondisi trauma. Bahkan melihat tembok pun, trauma.

" Sebagian besar rumah hancur, banyak korban luka-luka dan belasan orang meninggal," kata dia.

Dengan nada bergetar, Avip berpesan kepada keluarga dan masyarakat di Lombok Utara tetap tabah menghadapi bencana ini.

" Kami di sini sebagai petugas haji, PPIH, senantiasa berdoa di Tanah Haram, di Tanah Suci ini, agar semua diberikan ketabahan, kekuatan, dalam melalui cobaan ini. Insya Allah semuanya baik-baik saja," ucap dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar