Penyedia Layanan Haji Saudi Harus Beli Sabun Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
24 Juli 2018 14:20
Menurut Hery, KJRI Jeddah sejak lama mendorong kegiatan haji untuk meningkatkan posisi tawar perdagangan Indonesia di hadapan para muasassah atau penyedia layanan haji.

Dream – Selain urusan ibadah, prosesi haji ternyata mampu meningkatkan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Arab Saudi. Selain itu, jumlah jemaah yang mencapai 221 ribu juga bisa meningkatkan pertumbuhan nasional.

“ Kalau kita pikir nasionalisme, Rp65 juta dikali 221 ribu itu berapa miliar?” kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah, M. Hery Saripudin, saat berkunjung ke Kantor Misi Haji Indonesia Madinah, kemarin.

Menurut Hery, KJRI Jeddah sejak lama mendorong kegiatan haji untuk meningkatkan posisi tawar perdagangan Indonesia di hadapan para muasassah atau penyedia layanan haji. KJRI Jeddah akan membantu verifikasi produk apa saja yang akan diimpor.

“ Kalau you mau masuk ikut lelang, menjadi salah satu penyedia jasa katering, you harus impor produk Indonesia," ujar dia.

Hery menambahkan, bagian lain dari pemanfaatan kegiatan ibadah haji, yaitu investasi perdagangan untuk empat tahun mendatang. Di masa itu, Indonesia akan menekan pemilik hotel yang ditempati jemaah Indonesia untuk membeli produk buatan Tanah Air.

“ Akan kami tekankan yang menampung jemaah Indonesia untuk membeli produk-produk Indonesia. Katakanlah, sabun, sampo, atau sikat giginya,” ujar dia.

Hery menambahkan, upaya menggerakkan pasar Arab Saudi sebagai langkah terobosan agar Indonesia juga dapat menghasilkan devisa.

Selain sektor perdagangan, kegiatan haji juga akan digunakan untuk mendorong iklan promosi pariwisata. Di tahun lalu, pemerintah memanfaatkan bus sholawat untuk reklame Visit Indonesia Year.

“ Tahun ini masih proses, barangkali kami akan menghiasai itu,” tambah Hery.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah 

Beri Komentar