Oleh-oleh dari Tanah Suci Sudah Dibeli, Ibadah Haji Jadi Tenang

Reporter : Maulana Kautsar
3 Agustus 2018 18:00
Jemaah haji di Madinah sudah mulai mengirim oleh-oleh mereka. Inilah musim panen perusahaan kargo.

Dream – Musim haji menjadi masa panen bagi perusahaan kargo di Tanah Suci. Sebab, banyak jemaah haji yang mengirimkan oleh-oleh mereka melalui jasa kargo tersebut.

Beberapa jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang berada di Madinah mulai mengirim buah tangan yang mereka beli di Tanah Suci ke Tanah Air.

Misalnya Slamet. Jemaah haji asal Palembang ini mengaku mengeluarkan uang Rp10 juta untuk membeli oleh-oleh di Tanah Suci. Untuk mengirim barang yang dibeli itu, dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp1,2 juta untuk setiap 25 kilogram.

“ Selesai deh oleh-olehnya, sekarang fokus ibadah,” ujar Slamet di Madinah, Senin 31 Juli 2018.

Slamet mempercayakan oleh-oleh miliknya pada Nusantara Trans Cargo (NTC). Sales Representative NTC, Hanif, mengatakan, musim haji menjadi berkah tersendiri jasa karo tempat dia bekerja.

Lelaki asal Bandung yang sudah sebelas tahun bekerja di NTC itu mengaku pengangkutan barang saat haji dapat mencapai 25 hingga 30 ton per minggu. Berlipat ketimbang hari-hari biasa yang hanya mencapai 1 hingga 2 ton perminggu.

“ Soal harga tidak jauh beda dengan yang lain. Untuk pengiriman Pulau Jawa per kilogram 10 riyal, sedangkan luar Jawa 15 riyal,” ujar Hanif.

Ia pun membatasi berat minimal barang yang akan dikirim ke alamat yang dituju yakni 20 kilogram. “ Kurang dari itu tidak bisa. Kalau lebih, bagus dong,” kata dia.

Menurut Hanif, hampir semua barang dapat dikirim ke Tanah Air. Asalkan bukan air zamzam. Rata-rata jemaah mengirim sajadah, kurma, kerudung, tas, suvenir hingga mainan anak.

“ Kalau dikirim sekarang, 10-15 hari barang sudah sampai di Tanah Air,” jelas Hanif.

Barang yang dikirim melalui jalur udara, dan biasanya menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Emirat Airlines, atau Saudi Airlines.

Hanif mengatakan, ada beberapa alasan jemaah memilih mengirim barang lebih awal. Beberapa jemaah yang dia temui mengatakan ingin oleh-oleh yang dibeli di Arab Saudi tiba lebih cepat.

Selain itu, kata dia, munculnya kekhawatiran di benak jemaah. Sebagian jemaah tak ingin barang bawaan yang berlebih disita pihak imigrasi.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar