Mitos Dosa 'Dibalas Tunai' di Tanah Suci

Reporter : Maulana Kautsar
27 Juli 2018 11:35
Sejumlah orang beranggapan dosa di masa lalu akan mendapat 'balasan tunai' di Tanah Suci saat berhaji ataupun melaksanakan umroh.

Dream – Sejumlah orang beranggapan dosa di masa lalu akan mendapat “ balasan tunai” di Tanah Suci saat berhaji ataupun melaksanakan umroh. Saat tersesat di Tanah Suci pun tak jarang dikait-kaitkan dengan dosa di masa lalu.

Namun benarkah anggapan itu? Menurut Kepala Daerah Kerja Madinah, Endang Jumali, anggapan itu tidak punya penjelasan yang ilmiah.

“ Apapun itu prinsipnya kita beribadah kepada Allah. Tidak ada anggapan jangan-jangan saya ini karena dosa masa lalu,” kata Endang, di Mekah, Kamis 26 Juli 2018.

Hingga saat ini, sebanyak 1.004 orang jemaah haji Indonesia dikabarkan tersesat selama di Madinah. Endang mengingatkan, jemaah haji yang berada di Tanah Suci harus tetap fokus beribadah dan tak takabur.

“ Kan sebesar apapun kesombongan di Tanah Suci itu, ya Allah ampunilah. Artinya apa? Senantiasa kita berzikir, bertasbih, mengingat hari akhir terus dan itu akan membantu kita untuk terus senantiasa dekat dengan Allah, intinya kan taubat,” ujarnya.

Sementara itu, Konsultan Pembimbing Ibadah Haji Daker Madinah, Ahmad Kartono, mengatakan, tidak ada kaitannya jemaah yang tersesat ketika beribadah haji atau umroh dengan perilaku jamaah semasa hidup atau perbuatan dosa di Tanah Air. “ Jawabannya tidak ada kaitannya,” ucap Kartono.

Kasus itu, tambah Kartono, terjadi karena kondisi jemaah haji yang belum memahami kondisi lingkungan sekitarnya. “ Sekali lagi jika ditanya soal itu, jawaban saya adalah tidak ada kaitannya,” kata Kartono.

Agar tak tersesat, Kartono menyarankan jemaah haji yang keluar dari pemondokannya menandai kanan-kirinya. Jemaah diminta memahami betul situasi dan kondisi di sekitar tempatnya menginap.

“ Kuncinya jangan pisah dari regu atau rombongan, insya Allah tidak akan terjadi jamaah tersasar. Juga perbanyak doa dan dzikir, sholawat nabi,” tuturnya.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar