Menunggu Teman Berihram, Jemaah Haji Pingsan

Reporter : Maulana Kautsar
7 Agustus 2018 13:19
Banyak jemaah haji gelombang ke dua yang tidak mematuhi imbauan agar berihram di Tanah Air.

Dream – Meski berulang kali diimbau agar berihram di Tanah Air, tetap saja ada jemaah haji yang tak mematuhinya. Banyak di antara jemaah haji gelombang ke dua yang berihram di Bandara Jeddah, sehingga mereka keteteran dan tenaganya terkuras.

Dari pantauan Tim Media Center Haji Daker Bandara, sejak Senin 6 Agustus hingga Selasa 7 Agustus 2018, dua kloter dari Embarkasi Surabaya, mayoritas jemaah laki-lakinya belum berpakaian ihram. Demikian pula dengan jemaah laki-laki dalam Kloter 3 Embarkasi Aceh dan Kloter 23 dan 24 Embarkasi.

Akibat banyaknya jemaah pria yang belum berihram, dua jemaah perempuan dari kloter 3 Embarkasi Aceh harus menunggu hingga kelelahan. Dua jemaah itu harus dilarikan ke Klinik Tim Kesehatan Daker Bandara di Bandara Jeddah.

“ Saya hanya satu jam tidur dari embarkasi dan di sini panas terus lama menunggunya,” kata Halimah binti Ahmad, salah seorang jamaah saat ditemui di klinik. Seorang jemaah pria asal kloter 24 Embarkasi Makassar juga mengalami insiden serupa.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Arsyad Hidayat, mengatakan, belum tertibnya sejumlah embarkasi memberangkatkan calon haji yang tidak berpakaian ihram berdampak pada kesehatan jemaah lain.

“ Bukan hanya masalah waktu tunggu di bandara yang menjadi terlalu lama, jemaah juga banyak yang kelelahan dengan harus menunggu semua selesai berihram,” ujar Arsyad Hidayat di Bandara Jeddah, Senin 6 Agustus 2018.

Selain soal kesehatan, banyak pula jemaah yang terpisah dari rombongannya karena bus harus segera berangkat. Belum lagi jemaah yang terbawa pasportnya oleh jamaah lain.

“ Jadi akan banyak masalah yang mungkin muncul saat jemaah tidak berihram dari embarkasi,” ujar Arsyad.

Dari catatan ada beberapa embarkasi yang jemaahnya abai untuk berihram di Tanah Air, yaitu, Embarkasi Makassar, Embarkasi Palembang, Embarkasi Medan, Embarkasi Banda Aceh, dan Embarkasi Surabaya.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar