Masjidil Haram Kian Padat, Ini Tips Agar Tak Berdesakan

Reporter : Maulana Kautsar
10 Agustus 2018 17:56
Jemaah haji Indonesia diimbau menghindari waktu-waktu sholat wajib untuk berumroh.

Dream — Jemaah haji Indonesia diimbau menghindari waktu-waktu sholat wajib untuk berumroh. Sebab, saat itu Masjidil Haram pasti penuh, sehingga akan berdesakan apabila melakukan umroh saat masuk waktu sholat lima waktu.

Selain menghindari desak-desakan di Masjidil Haram, melakukan umroh saat tidak masuk waktu sholat bisa mempermudah transportasi.

“ Agar tidak bersamaan dengan jemaah yang sudah tinggal di sini beberapa hari sebelumnya yang hendak sholat di Masjidil Haram,” terang Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis.

Bagi jemaah yang hendak melaksanakan sholat di Masjidil Haram, Sri Ilham meminta agar datang lebih awal dan pulang agak akhir. “ Ya lebih baik berzikir dulu di Masjidil Haram, seraya menunggu bus agak longgar,” ujar Sri Ilham.

Selain transportasi, masalah katering juga akan mendapat pengawasan ketat dari panitia haji. Sebab, transportasi dan katering saat puncak haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah, berpotensi melngalami kesulitan karena jumlah layanan yang relatif besar.

" Misalnya katering, yang awalnya hanya melayani sepertiga kapasitas. Kini mereka melayani full, dari yang awalnya mereka menyiapkan setelah subuh, sekarang lebih awal menjadi tengah malam,” ujar

Menurut Sri Ilham, untuk menjamin kualitas menu, teknik memasak pun menjadi sangat penting. “ Memasak sayuran harus terakhir karena sayuran mudah basi,” dia mencontohkan.

Perusahaan katering diminta menyajikan menu yang tidak mudah basi. Sehingga saat dikonsumsi oleh jemaah masih segar.

“ Misalnya buncis, sekali lagi pada saat peak season ini kita harus ekstra hati-hati,” ujar dia menambahkan. Selain itu, Sri Ilham juga meminta jemaah tak menunda waktu konsumsi makanan.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

 

Beri Komentar