Komisi Haji India Belajar Manajemen Haji ke Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
2 September 2018 09:23
Delegasi India yang datang mengapresiasi sistem penyelenggaraan haji Indonesia.

Dream - Manajemen haji Indonesia rupanya banyak diakui oleh negara lain. Melihat pengelolaan haji Indonesia yang cukup mumpuni, Kantor Misi Haji India berdiskusi dengan pimpinan Daerah Kerja Madinah.

Wakil Kepala Urusan Haji India Haji Syekh Jina Nabi, mengatakan, tujuan kedatangan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan haji. " Kita berdiskusi mengenai makanan, tranportasi, dan kesehatan. Insya Allah usai berdiskusi India dapat memperbaiki layanan haji," kata Jina, Sabtu, 1 September 2018.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Muhammad Khanif mengatakan, delegasi India yang datang mengapresiasi sistem penyelenggaraan haji Indonesia. Delegasi India mengatakan, Indonesia mampu mengelola jemaah haji dalam jumlah banyak dengan sistem yang baik.

" Itu yang mereka katakan langsung kepada kita," ujar Khanif.

Khanif mengatakan, jumlah jemaah Indonesia terbesar di dunia, yakni 221ribu orang. Sementara India, memiliki jemaah haji sekitar 175ribu orang.

" Terdiri dari 135ribu haji reguler dan 45 ribu haji khusus," ucap dia.

Sebetulnya kedua negara memiliki banyak kesamaan. Mulai dari sistem masa tinggal mencapai 40 hingga 42 hari di Arab Saudi, hingga penggunaan tempat pemondokan baik jemaah maupun petugas, sama-sama sistem sewa.

Satu-satunya perbedaan ialah pada sistem penentuan masa pemberangkatan jemaah haji. India, kata Khanif, menggunakan sistem pengundian untuk menentukan jemaah haji yang berangkat. Adapun Indonesia menggunakan sistem pemberangkatan sesuai nomor antrean.

" Melihat sistem tersebut dianggap bagus, India tertarik, katanya tahun depan akan mencontoh dan mengubah model pemberangkatan jamaahnya," ujar dia.

Selain ingin belajar, kedatangan para delegasi misi haji India itu, ingin meningkatkan kerjasama kedua negara dalam urusan haji.

" Mereka beranggapan bahwa kerjasama dalam berbagai hal ini perlu ditingkatkan, karena untuk kepentingan jamaah haji seluruh dunia," kata dia.

Beri Komentar