KKHI Madinah Rawat 124 Jemaah Haji

Reporter : Maulana Kautsar
25 Juli 2018 14:01
Kebanyakan pasien adalah jemaah haji berusia 60 tahunan.

Dream - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah merawat 124 jemaah haji yang sakit hingga Selasa, 24 Juli 2018. Dari jumlah tersebut, 41 jemaah haji dirawat inap, 7 jemaah haji dirujuk ke Rumah Sakit King Fahd, 5 orang lainnya penderita demensia, sisanya telah kembali ke pondokan.

Sementara ini, pasien yang dirawat mengalami dehidrasi, jantung, hemorroid, diabetes millitus, hipertensi, infeksi bakterial, asma, penyakit paru obstruktif, dan dispepsia syndrome.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka, mengatakan pasien yang dirawat rata-rata berusia di atas 60 tahun. Dengan jenis kelamin terbanyak ialah laki-laki.

Selama dirawat di KKHI Madinah, jemaah haji mendapatkan tiga kali makan dan dua kali snack serta buah-buahan untuk perbaikan gizi. Jemaah haji sama sekali tidak dipungut biaya perawatan.

Kepada keluarga pasien, Eka meminta untuk bersabar dan mendoakan kesembuhan keluarganya yang sedang dirawat.

" Keluarga pasien tidak perlu khawatir karena KKHI Madinah akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk jemaah haji Indonesia," kata Eka.

Untuk mengantisipasi menurunnya kesehatan, KKHI Madinah terus memantau kedatangan jemaah haji di Bandara Amir Muhammad bin Abdulazis, Madinah.

Tim Mobile dan Tim Promotif Preventif (TPP) bersiaga di 4 terminal yang dilalui para jemaah ini, yaitu Terminal Fast Track, Terminal Internasional, Terminal Zero dan Terminal Haji.

TPP mengimbau agar jemaah haji yang menuju ruang tunggu untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sudah dibagikan di embarkasi.

" Silakan keluarkan botol semprotan yang sudah dibagikan di embarkasi, isi dengan air dan gunakan masker. Minum air sesering mungkin dan jangan menunggu haus," ucap Penanggung Jawab TPP di Bandara, Leni.

Leni juga mengingatkan jemaah yang membutuhkan air minum agar jangan segan untuk bertanya di mana bisa mendapatkannya.

Adapun kebiasaan jemaah di Bandara adalah mencari toilet. Untuk ini, Leni berpesan agar jemaah selalu berhati-hati saat berada di toilet.

" Perhatikan mana toilet wanita dan toilet pria. Minta bantuan jemaah lain atau petugas untuk mengantar dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan toilet," ucap dia.

Leni menyebut cara ini dilakukan karena sejumlah jemaah yang dia temui, tidak dapat membaca.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci.

 

Beri Komentar