Kisah Haru Anak Berhaji Bareng Dua Ibu

Reporter : Eko Huda S
10 September 2018 18:49
Suara Engkus Kusnadi meninggi. Menjadi lebih keras. Meminta Darsih untuk tenang.

Dream - Suara Engkus Kusnadi meninggi. Menjadi lebih keras. Meminta Darsih untuk tenang. Perempuan tua yang duduk di atas kursi roda itu pun diam.

Bukan marah. Engkus menaikkan volume suara karena pendengaran sang mertua sudah menurun. " Dipasangi alat bantu dengar enggak mau," kata Engkus, di Bandara Amir Muhammad bin Abdulazis, Madinah, Sabtu 8 September 2018.

Malam itu, kondisi Darsih tampak lesu. Perempuan berusia 77 tahun itu baru saja sembuh dari sakit. Dia sempat diinfus oleh petugas kesehatan. " Dari kemarin komunikasi sudah agak susah. Enggak nyambung," tambah Engkus.

Taak hanya bersama sang mertua. Jemaah Kloter JKS 41 juga harus menemani ibu kandungnya, Maya. Konisinya lebih mendingan. Meski sudah 78 tahun, Maya masih bisa menjajaki tiap jengkal ruang tunggu.

Dengan senyumnya Maya bersyukur dapat menjalankan haji dengan lancar. " Alhamdulillah. Cuma flu aja belum hilang," ujar Maya.

 a

Selama proses haji, Maya mengatakan, hanya mengalami linu dan kelelahan karena perjalanan dari Mina ke Jamarat. Jelang kepulangan semalam, Maya terus tersenyum. Sesekali dia berkisah tentang lokasi rumahnya yang terletak di sekitar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Usai pengecekan barang bawaan, Engkus terus mengawasi dua ibunya. Dia bahkan, menjaga dan mencarikan kursi roda untuk mertuanya. Engkus berharap kondisi keluarganya tetap bugar hingga Tanah Air.

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar