Kesulitan Pakai Ponsel di Tanah Suci? Baca Tips Ini

Reporter : Eko Huda S
2 Agustus 2018 07:20
Banyak jemaah haji menanyakan penggunaan aplikasi perpesanan maupun pilihan paket roaming.

Dream - Jemaah haji di Tanah Suci kerap mengalami kesulitan mengoperasikan gadget. Banyak jemaah haji menanyakan penggunaan aplikasi perpesanan maupun pilihan paket roaming.

Jemaah yang kesulitan menggunakan aplikasi perpesanan, misalnya WhatsApp, karena ponsel yang mereka gunakan umumnya baru dibeli dan belum diaktifkan. Untuk itu, jemaah perlu memiliki email atau surat elektronik.

Surat elektronik dapat dibuat jemaah di Tanah Air atau melalui bantuan teman sejawat yang memiliki jaringan internet. Dengan men-tethering atau hotspot internet milik kawan.

Email itu digunakan untuk mendaftar Google Play Store. Di sanalah aplikasi Whatsapp dapat diunduh.

Selain persoalan aplikasi, jemaah haji juga kerap kebingungan memilih provider jaringan internet. Ada dua pilihan untuk jemaah haji Indonesia. Menggunakan provider lokal, semisal Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri. Atau menggunakan provider Arab Saudi, semisal Zain, Mobily, Lebara, Virgin, dan STC.

Masing-masing provider memiliki keunggulan dan kelebihan. Penggunaan provider lokal Tanah Air biasanya memiliki paket haji yang berdurasi 30 sampai 40 hari.

Paket kuota internet dan telepon di-bundling menjadi satu. Keunggulan paket internet haji dari provider lokal ialah kemampuan mengakses panggilan suara dan video melalui perpesanan WhatsApp.

Untuk jaringan, sejauh pengamatan Dream, internet dan telepon dari provider lokal tak banyak bermasalah selama di Arab Saudi.

Sementara itu, pemakaian provider Arab Saudi perlu diperhatikan betul oleh jemaah haji. Sebab, para jemaah haji hanya diberi kesempatan membeli sekali. Satu paspor satu kartu menjadi alasannya.

Kelemahan kartu Arab Saudi ialah ditutupnya akses panggilan telepon dan video call menggunakan aplikasi WhatsApp. Jemaah haji perlu sedikit upaya dengan menginstall aplikasi VPN untuk `mengakali` pemblokiran ini.

Saat musim haji, rata-rata provider Arab Saudi, menjual paket internet dengan harga 10 hingga 300 riyal. Semakin tinggi harga, semakin banyak kuota atau kemudahan yang diberikan. Misalnya, kuota internet yang melimpah atau kemudahan menelepon.

Tetapi, jemaah perlu berhati-hati. Ada beberapa provider Arab Saudi yang hanya menjual kartu SIM khusus internet. Kartu ini tidak dapat digunakan untuk telepon dan SMS.

Untuk membeli paket ini, jemaah haji tak perlu takut, sebab, di beberapa toko resmi, para penjual mengerti penggunaan bahasa Indonesia. 

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar