44 Pesawat Haji Indonesia Tiba Lebih Awal dari Jadwal

Reporter : Maulana Kautsar
2 Agustus 2018 14:50
Maskapai penerbangan haji membukukan ketepatan mendarat 205 penerbangan sebesar 80,08 persen.

Dream - Kepala Seksi MCH Caker Bandara, Abdul Basir, mengatakan, rata-rata pesawat pengangkut jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi tepat waktu. Hingga hari ke-15 keberangkatan, tidak ada catatan keterlambatan baik dari maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines.

Basir menjelaskan performa ini diukur dari catatan On Time Performance (OTP) dalam Siskohat Kemenag. Pengkuran tersebut menggunakan tiga kategori.

" Pertama kategori on time, ke dua lebih cepat dari satu jam, dan berikutnya lebih lambat," kata Basir, Kamis 2 Agustus 2018.

Untuk ukuran lebih lambat, kata Basir, dibagi menjadi tiga tingkatan. " Ada tingkat keterlambatan satu hingga empat jam, terlambat empat hingga enam jam, dan delay lebih dari enam jam,” kata dia.

Menurut Basir, Garuda Indonesia yang telah memberangkatkan 119 kloter tercatat memiliki ketepatan waktu 94,96 persen (132 penerbangan). Sementara pesawat yang mendarat setidaknya satu jam lebih cepat dari jadwal sebanyak 1,44 persen (2 penerbangan). Maskapai pelat merah ini mengalami keterlambatan mendarat antara satu hingga empat jam sebesar 3,6 persen (5 penerbangan).

Sedangkan Saudia Airlines yang melayani 99 kloter membukukan OTP sebesar 62,39 persen (73 penerbangan). Meski begitu, mereka juga mencatat pendaratan lebih cepat dari jadwal sebesar 35,9 persen (42 penerbangan), dan peswat yang mengalami keterlambatan sebesar 1,71 persen (dua penerbangan).

Jika dihitung, kedua maskapai membukukan ketepatan mendarat 205 penerbangan sebesar 80,08 persen. Sementara 44 pesawat yang mendarat lebih cepat terhitung 17,19 persen. Adapun 7 pesawat tercatat mengalami keterlambatan atau hanya 2,73 persen.

Ketepatan dan percepatan pendaratan pesawat sempat membuat dua kloter harus keluar bersamaan dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada Rabu, 1 Agustus 2018. Dua kloter tersebut yaitu Embarkasi Batam dari gerbang B dan Embarkasi Medan dari Gerbang D.

Sebagai antisipasi, petugas Daker Bandara biasanya langsung memecah tim menjadi dua kekuatan. Hal yang sama juga dilakukan tim kesehatan lantaran tidak banyaknya anggota.

" Petugas kesehatan yang disiapkan menyambut masing-masing kloter biasanya hanya dua saja, satu dokter dan satu perawat,” kata Koordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara, Rachmawanti Agustina.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

Beri Komentar