Jumlah Jemaah Haji Wafat Mencapai 381 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
24 September 2018 14:51
Penyebab angka kematian yang paling tinggi pada musim haji 2018 yaitu penyakit paru-paru.

Dream – Hingga Senin 24 September 2018, pukul 08.40 waktu Arab Saudi, tercatat 381 jemaah haji Indonesia meninggal dunia.

Dari jumlah itu, 73 jemaah haji Indonesia wafat di madinah, 263 di Mekah, 8 di Arafah, dan 24 lainnya di Mina. Angka ini nyaris sama dengan jumlah jemaah yang wafat pada 2016.

Alhamdulillah hasil evaluasi memang menunjukkan angka-angka yang lumayan baik,” kata Sekjen Kementerian Kesehatan, Untung Suseno, Minggu 23 September 2018.

Menurut Untung, penyebab angka kematian yang paling tinggi pada musim haji 2018 yaitu penyakit paru-paru. Data ini mematahkan anggapan bahwa penyakit jantung memiliki risiko tinggi pada kematian jemaah haji.

Untung mengatakan, menurunnya angka kematian karena jantung karena proses pengawasaan syarat kemampuan kesehatan jemaah haji atau istithaah ketika di Tanah Air.

“ Ini juga menunjukkan bahwa alhamdulillah kita berhasil menjalankan pengawasan istitaah dari tempat jamaah tinggal di daerah masing-masing sampai ke embarkasi, kemudian Arab Saudi dan kembali lagi ke debarkasi,” ujar dia.

Selain antisipasi itu, penanganan kesehatan juga jauh berbeda ketimbanh tahun sebelumnya. Untung mencontohkan, salah satu penanganan Tim Gerak Cepat (TGC) pada jemaah yang tidak sadar ketika menjalani prosesi haji.

“ Sekarang tim TGC itu bergerak tidak seperti tahun lalu. Sekarang kita temukan orang dalam keadaan tidak sadar langsung kita infus, tidak menunggu ada transportasi dulu,” kata dia.

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

 

Beri Komentar