Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Capai 169 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
15 Agustus 2019 13:33
Ada sejumlah perbaikan.

Dream - Sebanyak 169 jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Data itu tercatat dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga Kamis 18 Agustus 2019 pukul 02.30 WAS.

Dari jumlah tersebut, 12 orang di antaranya merupakan jemaah haji khusus. Jemaah yang wafat berasal dari beberapa embarkasi, yaitu Jakarta, Ujung Pandang, Solo, dan Surabaya.

Tahun ini, Indonesia kebagian kuota jemaah haji reguler dan khusus sebanyak 231 ribu. Dengan rincian, jemaah haji reguler 214 ribu dan khusus 17.000.

Tetapi, realisasinya, jemaah haji reguler yang tiba sebanyak 212.732 melalui 529 kloter. Sementara jemaah haji khusus 16.881 orang.

Perbaikan penyelenggaraan

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, penyelenggaraan haji tahun ini sudah disertai sejumlah perbaikan dari pemerintah Arab Saudi.

" Seperti kondisi arus lalu lintas dari Mekah menuju Arafah lebih baik atau tak ada kemacetan yang sangat lama. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kala kemacetan bisa berlangsung hingga berjam-jam lamanya," ujar Lukman, dilaporkan Liputan6.com.

Selain itu, Lukman menyebut, arus lalu lintas jemaah Indonesia dari hotelnya ke Arafah dan dari Mina juga lancar. Lukman mengaku telah melihat langsung operation room yang memantau kondisi lalu lintas di Mekah, Mina, maupun Arafah dari kantor Kementerian Haji Saudi. Pemantauan berlangsung selama 24 jam.

" Tidak kurang dari 3 juta manusia di berada di Armuzna, jadi memang arus pergerakan mereka harus senantiasa dipantau selama 24 jam," kata dia.

Perbaikan lain, yaitu kondisi kebersihan di Mina. Tumpukan sampah di lokasi jemaah haji mabit dan melontar jumrah dinilai jauh berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Beri Komentar