Jemaah Haji yang Ibadah Tarwiyah Diminta Tanggung Risiko Sendiri

Reporter : Maulana Kautsar
10 Agustus 2018 13:35
Pemerintah tidak melarang tarwiyah. Tetapi, pemerintah tidak akan memfasilitasi.

Dream – Jemaah haji yang menjalani amalan tarwiyah, menginap di Mina sebelum wukuf di Arafah, diminta bertanggung jawab secara personal.

" Bagi yang berangkat Tarwiyah agar bertanggung jawab secara pribadi dan tidak menuntut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Konsultan Bimbingan Ibadah Sektor Khusus Mekah, Hamzah.

Menurut dia, jemaah yang akan menjalani amalan tarwiyah diminta mendapat izin dari kepala sektor di Daerah Kerja Mekah. Jemaah juga harus membuat surat pernyataan yang disertai daftar anggota yang ikut tarwiyah.

" Indonesia luwes saja. Kemenag bikin panduan nasional, seperti tarwiyah," ucap dia.

Hamzah mengatakan, mazhab yang ada menyebut tarwiyah dilakukan. Tapi tidak mungkin dilakukan saat ini merujuk pada jumlah jamaah. " Kalau dipandang sekarang, sangat sulit, tarwiyah bahkan bisa membahayakan," kata dia.

Menurut dia, pemerintah tidak melarang tarwiyah. Tetapi, pemerintah tidak akan memfasilitasi jemaah yang hendak menjalani tarwiyah, baik untuk transportasi juga konsumsinya.

Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah pada kalender Islam. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah guna melakukan wukuf.

Kini, pemerintah Arab Saudi, lewat peraturan hajinya, tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji. Kementerian Agama juga menyesuaikan ibadah tersebut karena pelaksanaan tarwiyah dapat merepotkan pelaksanaan haji di masa kini.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suc

Beri Komentar