Jemaah Haji Tinggal Sekamar dengan Mayat

Reporter : Maulana Kautsar
3 September 2018 17:41
Di dalam kamar apartemen itu, Sugiyanto harus tinggal dengan enam orang. Satu di antaranya meninggal dan tak kunjung dievakuasi.

Dream — Menjadi jemaah haji khusus bukan berarti bisa mendapat pelayanan istimewa. Pengalaman pahit bahkan dialami oleh jemaah haji asal Bantul, Yogyakarta, Sugiyanto, yang berangkat ke Tanah Suci dengan jalur khusus.

Sugiyanto dan sang istri, Endang, mendaftar haji jalur khusus pada sebuah agen pada 2013. Dia memilih haji khusus meski masing-masing harus membayar Rp137 juta.

“ Jika mendaftar reguler sangat lama waiting list-nya,” ujar Sugiyanto, Kamis 30 September 2018.

Namun, mahalnya jalur ini tak sebanding dengan layanan yang diterima Sugiyanto. Saat di Mekah, dia harus tinggal bersama ratusan jemaah di apartemen transit di kawasan Khalidiyah, lima kilometer dari Masjidil Haram.

Jarak itu jelas lebih jauh ketimbang lokasi pemondokan jemaah haji reguler yang maksimal tiga kilometer dari Masjidil Haram. “ Kami tinggal di sini (apartemen transit) sudah sepuluh hari,” kata dia.

Apartemen transit digunakan jemaah haji khusus sebelum dan pasca wukuf di Arafah. Jangka waktu pengunaannya maksimal lima hari. Selain lokasi tinggal yang jauh, kawasan tinggal Sugiyanto juga sepi angkutan umum.

2 dari 3 halaman
Beri Komentar