Jemaah Haji Indonesia Tak Bisa Masuk Hotel

Reporter : Maulana Kautsar
1 September 2018 14:10
Kondisi itu terjadi karena saat jemaah Indonesia datang, lobi hotel dipadati tas dan koper serta jemaah haji Tajikistan.

Dream – Nasib kurang menyenangkan dialami jemaah haji Indonesia anggota Kloter MES 08. Setibanya di Hotel Makarem Al Mahbouba, Madinah, 178 jemaah haji itu tak dapat masuk ke lobi hotel dan harus menunggu selama kurang lebih 30 menit.

Kondisi itu terjadi karena saat jemaah Indonesia datang, lobi hotel dipadati tas dan koper serta jemaah haji Tajikistan. Jemaah asal Tajikistan itu tengah menunggu mobil pengangkut barang.

" Tidak keleleran, kamar sudah siap semua tapi terjadi penumpukan di lobi karena masalahnya ada jemaah luar (Tajikistan)," ujar Pelaksana dan Penempatan Jemaah Haji, Sektor III, Muhammad Diansyah, Jumat 31 Agustus 2018.

Diansyah mengatakan, telah menginformasikan jadwal kedatangan jemaah haji Indonesia ke pengelola hotel sehari sebelumnya. Dia memahami aturan main itu karena Hotel Makarem Al Mahbouba disewa dengan sistem semi musim atau blocking time.

Cara kerja sistem ini ialah mematok sewa hotel pada waktu tertentu dari awal kedatangan jemaah hingga pemulangan jemaah.

Meski informasi ini telah disampaikan, pihak hotel tak menurut. Alasan pihak hotel yaitu jemaah haji asal Tajikistan mengalami keterlambatan penerbangan.

" Harusnya majmuah ketika tahu jemaah Indonesia mau datang sore ini, jam 12 siang ini mereka (jemaah Tajikistan) sudah diminta cek out, atau jam 14.00 WAS," ujar dia.

Diansyah mengatakan, sebetulnya jika tak ada penumpukan di lobi itu, jemaah dapat langsung menuju kamar. " Untuk masalah kamar sudah ready semua, sudah bersih semua," ucap dia.

Satu-satunya kendala yang terjadi ketika jemaah kloter MES 08 tiba yaitu kesalahan informasi mengenai penempatan pemondokan. Diansyah menyebut, ketua rombongan kukuh mendapat infomasi beberapa bus ditempatkan di Hotel Al Andalus yang berada di sektor IV, sekitar 200 meter dari Hotel Makarem Al Mahbouba.

" Padahal di sini, kita tahu sendiri yang mengatur adalah muasassah," kata dia.

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar