Jemaah Haji Indonesia Meninggal Jadi 25 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
3 Agustus 2018 16:23
Lebih dari 36 ribu jemaah harus rawat jalan

Dream - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat sebanyak 25 jemaah haji Indonesia meninggal dunia hingga Jumat 3 Agustus 2018, dini hari. Sebanyak 20 jemaah wafat di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz dan Madinah, lima lainnya meninggal di Mekah.

" Penyebab wafat terbanyak adalah Cardiovascular disease, sebanyak 14 orang. Lokasi wafat terbanyak di pondokan atau hotel sebanyak delapan orang," kata Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli.

Selain itu, sebanyak 36.502 jemaah haji menjalani perawatan. Dalam catatan Tim Kesehatan Haji, sebanyak 36.304 jemaah rawat jalan di kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan sisanya, sebanyak 198 jemaah, dirawat jalan di bandara oleh tim mobile.

Layanan kesehatan untuk jemaah haji juga disediakan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah maupun Mekah. KKHI Madinah telah menerima 181 rujukan dan sedang merawat inap 26 jemaah.

Sementara KKHI Mekah telah menerima 67 rujukan. Sebanyak 43 jemaah di antaranya masih dirawat di KKHI.

Melzan mengingatkan agar jemaah selalu memperhatikan kesehatannya. Jangan terlalu memforsir diri untuk ibadah. " Banyak minum, cukup istirahat, dan hubungi TKHI di kloter masing-masing untuk rutin memeriksa kesehatan," kata dia.

Jemaah haji Indonesia terus berdatangan di Mekah baik dari Madinah maupun Jeddah.

Hingga Jumat, 3 Agustus 2018 pukul 11.14 WAS, sebanyak 181 kloter atau setara 72.960 jemaah haji telah tiba di Mekah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 66,96 persen di antaranya termasuk kategori berisiko tinggi.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

Beri Komentar