Jemaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Rp20 Miliar

Reporter : Eko Huda S
6 Agustus 2018 13:35
Setiap jemaah haji asal Aceh bakal mendapat dana wakaf sebesar 1.200 SAR atau sekitar Rp4,5 juta.

Dream - Seperti yang sudah-sudah, jemaah haji asal nangroe Aceh Darussalam tahun ini juga mendapat dana wakaf Habib Bugak Asyi atau Wakaf Baitul Asyi (Wakaf Rumah Aceh). Pembagian dana wakaf yang sudah berlangsung sejak satu dekade ini dipusatkan di masing-masing musola hotel atau pemondokan yang ditempati jemaah Aceh Senin 6 Agustus 2018.

“ Rencananya pendistribusian uang wakaf tersebut akan dihadiri langsung nadzir wakaf Baitul Asyi Prof Dr Abdurrahman Abdullah Asyi, Syaikh Abdullatif Baltho dan Ustaz Muhammad Said sebagai bendahara wakaf,” terang salah satu petugas Wakaf Baitul Asyi, Jamaluddin Affan, dikutip dari laman kemenag.go.id.

Setiap jemaah haji asal Aceh bakal mendapat dana wakaf sebesar 1.200 SAR atau sekitar Rp4,5 juta. “ Total dana wakaf yang dikeluarkan tahun ini sebesar Rp 20.286.000.000,” tambah Jamal.

Menurut Jamal, pengambilan uang wakaf tidak boleh diwakilkan kepada siapapun. “ Kecuali bagi jemaah yang benar-benar sakit berat, bisa diwakilkan,” katanya.

Sejarah Wakaf Baitul Asyi

Dalam sejarahnya, Wakaf Baitul Asyi diikrarkan oleh Habib Bugak Asyi pada 1224 Hijriah atau tahun 1809 Masehi. Ikrar tersebut diucapkan Habib Bugak di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Mekkah kala itu.

Di dalam akta wakaf Baitul Asyi juga menyebutkan rumah tersebut diwakafkan kepada orang Aceh untuk menunaikan haji, serta orang Aceh yang menetap di Mekah.

Habib Abdurrahman atau Habib Bugak juga telah menunjuk nadzir, yaitu salah seorang ulama asal Aceh yang menetap di Mekah. Nadzir itu diberi hak sesuai dengan tuntunan syariah Islam.

Mahkamah Syariah Mekah kemudian mengukuhkan Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani Al-Asyi sebagai nadzir Baitul Asyi pada 1420 Hijriah atau 1999. Syaikh Abdul Ghani bin Mahmud merupakan generasi ke empat pengelola wakaf.

Sejak 1424 H atau 2004, tugas nadzir dilanjutkan oleh sebuah tim yang dipimpin anak nadzir sebelumnya, Syaikh Munir bin Abdul Ghani Al-Asyi. Dia merupakan generasi ke lima pengelola wakaf. Selain Syaikh Munir, pengelolaan Baitul Asyi juga dipercayakan kepada Dr. Abdullatif Baltho.

Warisan Habib Bugak Asyi kepada masyarakat Aceh kini telah berharga lebih dari 200 juta riyal atau setara Rp5,2 triliun sebagai wakaf fisabilillah. Saat ini, harta wakaf tersebut telah berkembang menjadi aset penting, di antaranya berupa Hotel Ajyad bertingkat 25. Hotel ini berjarak 500 meter dari Masjidil Haram.

Selain itu, Baitul Asyi kini juga menjelma menjadi Menara Ajyad bertingkat 28 yang berjarak sekitar 600 meter dari Masjidil Haram. Kedua hotel besar ini mampu menampung lebih 7.000 orang dan dilengkapi dengan infrastruktur yang lengkap.

Kini masyarakat Aceh menerima manfaat dari wakaf yang dilakukan Habib Bugak Asyi lebih dari dua abad silam. 

Beri Komentar