Jemaah Bandel, Panitia Haji Indonesia Ditegur Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
5 Agustus 2018 13:59
"Beberapa kali Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegur Daker Airport karena dianggap terlalu lama mentransitkan jemaah di plaza bandara King Abdul Aziz Jeddah," ujar Arsyad.

Dream - Sejak Sabtu, 4 Agustus 2018, Daerah Kerja Bandara dibuat repot dengan rombongan jemaah haji Indonesia yang tak mengenakan ihram. Tak hanya satu dua orang, dalam pantauan Tim Daerah Kerja Bandara pernah ada satu kloter jemaah haji Indonesia tak mengenakan ihram begitu tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

Kondisi ini menyebabkan banyak jemaah yang mengenakan ihram di bandara. Akibat kejadian ini Kepala Daker Bandara, Arsyad Hidayat, mendapat teguran dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi karena proses pemberangkatan jemaah haji ke Mekah menjadi lebih lama. Sedangkan ruang tunggu jemaah harus bergantian dengan Jemaah lain yang baru datang.

“ Beberapa kali Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegur Daker Airport karena dianggap terlalu lama mentransitkan jemaah di plaza bandara King Abdul Aziz Jeddah,” ujar Arsyad, Minggu 5 Agustus 2018.

Menurut pencatatan yang dilakukan oleh para petugas penerima kedatangan Bandara KAA Jeddah, mayoritas jemaah yang tidak berihram teridentifikasi dari dua embarkasi, Makassar (UPG) dan Palembang (PLM). Arsyad terus meminta Jemaah mematuhi imbauan tersebut.

" Dengan semakin dekatnya puncak kedatangan jemaah haji di bandara Jeddah, tidak ada pilihan lain bagi jemaah Indonesia harus sudah menggunakan ihram semenjak dari Tanah Air,” ujar dia.

Sebelumnya, Arsyad telah mengimbau jemaah haji yang berangkat pada gelombang kedua sudah berpakaian ihram sejak berangkat dari Tanah Air. Jemaah haji gelombang kedua bisa berniat ihram ketika pesawat melintasi Yalamlam atau saat tiba di bandara Jeddah.

“ Kalaupun nanti jemaah merasa kedinginan bisa memakai selimut di pesawat. Selama belum berniat, larangan ihram belum berlaku,” kata Arsyad di Jeddah, Senin 30 Juli 2018.

Imbauan untuk berihram di Tanah Air telah tertuang dalam surat edaran dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Berihram di Tanah Air merupakan langkah agar jemaah haji dapat segera melanjutkan perjalanan ke pemondokan.

" Kami imbau seluruh jamaah haji yang berangkat pada gelombang kedua untuk melaksanakan mandi sunnah dan memakai kain ihram sejak dari embarkasi," ujar DIrektur Bina Haji, Khoirizi H Dasir.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar