Jelang Arafah, Menag: Jangan Sampai Ada Jemaah Indonesia Tercecer

Reporter : Maulana Kautsar
16 Agustus 2018 12:21
Lukman meminta petugas memastikan seluruh jemaah ada di Arafah.

Dream - Pelaksanaan wukuf di Arafah tinggal beberapa hari lagi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para petugas haji untuk lebih intensif bekerja.

Terutama di waktu-waktu genting pelaksanaan puncak haji. Lukman meminta para petugas melakukan sweeping di seluruh Kota Mekah sehari sebelum wukuf untuk memastikan tidak ada jemaah haji Indonesia yang tertinggal.

" Sweeping pada semua sudut Kota Mekah ini dilakukan secara masif. Tidak boleh ada satupun jemaah kita yang masih tercecer, yang tidak terangkut menuju Arafah," ujar Lukman, saat acara koordinasi antarpetugas haji di Mekah

Lukman mengatakan mekanisme dan operasional penyisiran keberadaan jemaah haji telah disusun. Dia yakin perencanaan itu dapat dilakukan secara maksimal.

Selain menggelar sweeping, Lukman juga meminta petugas kloter dan non-kloter untuk bertanggung jawab atas keberadaan jemaah. " Setidak-tidaknya pada tanggal 8 Zulhijjah malam," kata Lukman.

Selama perjalanan ke Arafah, kata dia, diberlakukan tiga tahap keberangkatan. Pemilahan waktu keberangkatan diterapkan mengingat besarnya jumlah jemaah haji Indonesia yang mencapai 221 ribu jiwa.

" Pagi hari, lalu 12 (siang) sampai jam empat sore, lalu fase ketiga jam empat sore hingga jam Maghrib," kata Lukman.

Selain sweeping atau penyisiran, Lukman juga meminta kesigapan tim kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk menyiapkan safari wukuf. Prosesi safari wukuf yaitu membawa jemaah sakit yang telah melewati diagnosa dan izin ke Arafah untuk menjalankan wukuf.

" Saya minta dipersiapkan sesuatunya sehingga seluruh jemaah haji kita, bisa di Arafah pada waktunya," ujar dia.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci

 

Beri Komentar