Ini Penyebab Terbesar Wafatnya Jemaah Haji Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
12 September 2018 11:25
Hingga Selasa, 11 September 2018, pukul 21.09 waktu Arab Saudi, jumlah jemaah haji meninggal tercatat 327 orang.

Dream – Surat edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama mengenai syarat kesehatan untuk pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) berperan penting dalam penurunan angka kematian jemaah haji tahun ini.

“ Ini sangat positif bagi jemaah dan berkomitmen terhadap perlindungan jemaah haji Indonesia,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusuf Singka.

Hingga Selasa, 11 September 2018, pukul 21.09 waktu Arab Saudi, jumlah jemaah haji meninggal tercatat 327 orang. Jumlah ini turun, dibanding total kematian jemaah pada haji 2017 yang mencapai 691 orang.

Dari jumlah 327 itu, 47 di antaranya meninggal di Madinah, 235 di Mekah, delapan di Arafah, dan 24 lainnya di Mina.

Menurut Eka, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan jemaah haji terdapat tiga penyakit yang dianggap tidak memenuhi syarat kesehatan.

“ Yakni pertama, penyakit yang dapat mengancam jiwa. Ke dua, penyakit gangguan jiwa berat. Ke tiga, penyakit yang tidak dapat disembuhkan,” ujar dia.

Menurut data Sistem KOmputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, hingga malam ini, masih terdapat sejumlah jemaah yang dirawat.

Jumlah jemaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah sebanyak 59 orang. Sementara yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi sebanyak 75 orang.

Kepala KKHI Mekah, Nirwan Satriya, mengatakan, tiga penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di wilayahya yakni respiratory disease (gangguan pernafasan), cardiovascular disease (jantung), dan shock sepsis (infeks berat).

Sementara itu, jumlah jemaah yang dirawat di KKHI Madinah berjumlah 27 dan yang dirujuk di RSAS Madinah sebanyak 16 orang.

Tiga penyakit tertinggi yang mengintai jemaah haji di madinah di antaranya, volume depletion atau turunnya cairan tubuh, pneumonia atau radang paru-paru, dan Dyspepsia atau radang lambung.

Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci 

Beri Komentar